BYD Raih Target Penjualan 2025, Berpotensi Geser Tesla di Tengah Perlambatan dan Persaingan Domestik
Diedit oleh: Svetlana Velgush
Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, telah menutup tahun 2025 dengan berhasil memenuhi target penjualan yang telah direvisi. Pencapaian ini tampaknya menempatkan perusahaan tersebut di posisi teratas global dalam hal volume penjualan kendaraan listrik (EV), berpotensi menggulingkan dominasi Tesla. Total pengiriman BYD sepanjang tahun 2025 mencapai angka 4,6 juta unit. Angka ini sesuai dengan target yang disesuaikan kembali pada bulan September tahun yang sama, setelah sebelumnya perusahaan memangkas proyeksi awal dari 5,5 juta unit.
Meskipun target tercapai, pertumbuhan ini menandai laju paling lambat bagi BYD dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yakni hanya sebesar 7,7% dibandingkan dengan 4.250.370 kendaraan yang terjual pada tahun 2024. Perlambatan ini menjadi catatan penting mengingat ambisi ekspansi mereka di pasar global.
Faktor penentu keberhasilan BYD terletak pada penetrasi pasar internasional yang menunjukkan hasil luar biasa. Pengiriman ke luar negeri mencetak rekor tertinggi, mencapai 1.046.083 unit. Angka ini merupakan lonjakan signifikan sebesar 150,7% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024. Ekspansi masif di luar Tiongkok ini terbukti efektif dalam menahan tekanan yang dihadapi di pasar domestik yang semakin ketat. Sebagai perbandingan, para analis memperkirakan bahwa Tesla, yang menghadapi penurunan penjualan tahunan kedua berturut-turut, hanya akan mengirimkan sekitar 1,65 juta unit EV sepanjang tahun 2025, jauh di bawah performa BYD.
BYD menunjukkan komitmen serius untuk terus meningkatkan volume ekspornya. Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan volume ekspor antara 1,5 hingga 1,6 juta unit. Langkah ini menegaskan pergeseran strategis yang jelas menuju pasar global. Kepemimpinan pasar EV global ini diraih BYD di tengah memanasnya persaingan di Tiongkok dan pengakuan bahwa keunggulan teknologi yang pernah mereka miliki mulai terkikis.
CEO BYD, Wang Chuanfu, pada bulan Desember 2025 mengakui bahwa celah teknologi yang sempat dimiliki perusahaan kini telah menyempit. Di dalam negeri, tekanan dari pesaing lokal semakin intensif, terutama dari pemain seperti Geely Automobile Holdings Ltd. dan Xiaomi Corp., khususnya dalam segmen kendaraan yang lebih terjangkau.
Memasuki tahun 2026, para produsen otomotif diperkirakan akan menghadapi tantangan tambahan akibat pelonggaran stimulus pemerintah, termasuk penerapan pajak pembelian secara bertahap. Hal ini diperkirakan akan menyebabkan sedikit kontraksi pada total volume penjualan EV di Tiongkok. Meskipun demikian, para analis tetap optimistis terhadap prospek BYD ke depan. Mereka memproyeksikan total penjualan BYD pada tahun 2026 dapat mencapai 5,3 juta unit. Proyeksi ini didasarkan pada harapan akan peluncuran produk baru dan pengumuman platform teknologi mutakhir yang diharapkan dapat mengembalikan keunggulan kompetitif perusahaan.
Melihat lebih detail data statistik kunci tahun 2025, penjualan kendaraan listrik murni (BEV) mengalami peningkatan substansial sebesar 27,9%, mencapai 2,25 juta unit. Sebaliknya, penjualan kendaraan hibrida plug-in (PHEV) justru mengalami penurunan tipis sebesar 7,9%. Pergeseran ini mencerminkan adopsi model listrik penuh yang semakin cepat oleh konsumen. Saat ini, BEV menyumbang 49,6% dari total penjualan BYD sepanjang tahun, meningkat dari 41,5% pada tahun 2024. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa pada bulan Desember 2025, total penjualan BYD mengalami penurunan 18,3% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, menandai bulan keempat berturut-turut mengalami kontraksi.
10 Tampilan
Sumber-sumber
Irish Independent
CarExpert
360
Gulf News
Lim Yaohui
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
