Seni Pembuatan Pizza Neapolitan Diakui UNESCO, Diatur Regulasi Ketat
Diedit oleh: Olga Samsonova
Seni kuliner pembuatan pizza Neapolitan, yang secara lokal dikenal sebagai l'arte del pizzaiuolo napoletano, telah menerima pengakuan bergengsi sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Keputusan ini, yang ditetapkan dalam pertemuan di Jeju, Korea Selatan, menggarisbawahi signifikansi tradisi ini terhadap identitas budaya Napoli dan Italia secara keseluruhan. Pengakuan internasional ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap nilai warisan budaya yang terkandung dalam metode pembuatan pizza, khususnya dalam konteks inovasi topping yang terkadang muncul di luar negeri.
Fondasi otentisitas pizza Neapolitan terletak pada komposisi adonan yang sangat spesifik dan proses fermentasi yang memerlukan waktu. Bahan-bahan esensial yang diizinkan meliputi tepung gandum tipe '00' atau '0', air, garam, dan ragi. Adonan harus melalui proses pengembangan, atau fermentasi, dalam rentang waktu antara 8 hingga 24 jam untuk menghasilkan tekstur yang ringan dan elastis. Asosiasi Verace Pizza Napoletana (AVPN) menetapkan regulasi ketat, yang dikenal sebagai Il Disciplinare, yang membatasi bahan baku, termasuk jenis ragi yang digunakan, serta mengharuskan kontrol ketat terhadap penyerapan air oleh tepung.
Proses pengulenan adonan harus dilakukan secara manual atau menggunakan mixer berkecepatan rendah untuk menjaga suhu dan aerasi yang tepat. Teknik pembentukan adonan merupakan aspek krusial yang membedakan pizza Neapolitan sejati; adonan harus dibentuk secara eksklusif dengan tangan, menggunakan gerakan memipihkan dari tengah ke luar, tanpa diperbolehkan penggunaan penggiling adonan atau mesin penekan mekanis. Hasil akhirnya adalah cakram pizza dengan diameter maksimal 35 sentimeter, yang ditandai dengan pinggiran yang terangkat dan mengembang, yang disebut cornicione. Cornicione ini harus memiliki ketebalan antara 1 hingga 2 cm dan berfungsi sebagai penanda visual kualitas adonan yang matang secara sempurna.
Topping tradisional yang diizinkan sangat terbatas, menekankan kesederhanaan dan kualitas bahan. Hanya dua varian utama yang diakui secara ketat: Pizza Marinara, yang terdiri dari tomat, bawang putih, oregano, dan minyak zaitun; dan Pizza Margherita, yang menggunakan tomat, mozzarella (baik fior di latte atau mozzarella STG), daun basil segar, dan minyak zaitun extra virgin. Pizza Margherita secara historis dikaitkan dengan penghormatan kepada Ratu Margherita dari Savoy pada tahun 1889, dengan warna toppingnya merepresentasikan bendera Italia.
Tahap pemanggangan adalah penentu akhir tekstur dan aroma khas pizza Neapolitan. Pizza harus dimasak di atas permukaan batu dalam oven yang secara tradisional berbahan bakar kayu. Suhu oven harus mencapai antara 430 hingga 480 °C, dengan waktu pemanggangan yang sangat singkat, hanya berkisar antara 60 hingga 90 detik. Kecepatan pemanggangan ekstrem ini memastikan bagian tengah pizza tetap berair sementara pinggiran menjadi matang dan sedikit hangus. Organisasi seperti AVPN secara berkala melakukan pemeriksaan ketat terhadap anggota di seluruh dunia untuk memastikan kepatuhan terhadap metode tradisional ini, menjaga integritas merek Verace Pizza Napoletana. Pizza yang telah matang harus segera dikonsumsi di pizzeria dan tidak boleh dibekukan atau dikemas vakum untuk penjualan tertunda.
6 Tampilan
Sumber-sumber
Capital.ba - Informacija je capital
Coronado Times
Index.hr
Naslovi.net
Hercegovina.in
AVPN - The True Neapolitan Pizza Association
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
