Ikan Kembung Diakui sebagai Sumber Omega-3 Berkelanjutan untuk Diet 2026

Diedit oleh: Olga Samsonova

Ikan kembung, atau makarel, semakin diakui sebagai sumber asam lemak Omega-3 yang krusial dan berkelanjutan untuk konsumsi diet pada tahun 2026, berpotensi melampaui popularitas sarden. Ikan pelagis kecil yang umum ditemukan di perairan tropis Indonesia, termasuk spesies Rastrelliger kanagurta dan Rastrelliger brachysoma, menyimpan profil nutrisi yang unggul. Keunggulan utamanya terletak pada konsentrasi tinggi EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam dokosahexaenoic), asam lemak esensial yang terbukti mendukung perlindungan kardiovaskular, memberikan efek anti-inflamasi, serta mendukung fungsi kognitif pada berbagai usia.

Profil nutrisi ikan kembung menunjukkan kepadatan gizi yang signifikan. Dalam setiap 100 gram daging ikan kembung mentah, terkandung sekitar 19 gram protein berkualitas tinggi yang mengandung sembilan asam amino esensial yang mudah dicerna. Selain itu, ikan kembung merupakan sumber penting Vitamin D dan Vitamin B12—satu porsi dapat menyediakan 8,71 mikrogram, melebihi rekomendasi harian—serta mineral esensial seperti selenium (sekitar 44,1 µg per 100 gram) dan magnesium. Data menunjukkan kandungan Omega-3 ikan kembung mencapai 2,6 gram per 100 gram menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), angka yang dilaporkan lebih tinggi dibandingkan salmon yang tercatat sebesar 1,4 gram per 100 gram.

Faktor penentu yang mendorong rekomendasi konsumsi ikan kembung adalah profil keamanannya terkait kontaminan. Sebagai ikan kecil hingga menengah yang berada di dasar rantai makanan, akumulasi merkuri dalam jaringannya cenderung lebih rendah dibandingkan predator besar. Sebagai perbandingan, king mackerel memiliki kadar merkuri rata-rata 0,730 ppm, sementara ikan kembung rata-rata hanya mengandung 0,088 ppm merkuri, menjadikannya pilihan aman untuk konsumsi sering, termasuk oleh kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

Secara kuliner, tradisi pengolahan ikan kembung di berbagai wilayah menekankan kesederhanaan. Di Portugal, hidangan tradisional Cavalas à Tanoeiro mengutamakan metode memasak cepat, seringkali melibatkan perebusan dengan bahan aromatik seperti bawang dan paprika, kemudian diselesaikan dengan minyak zaitun. Di Indonesia, metode pengolahan sehat seperti pepes atau dibakar dengan bumbu rempah juga populer, menjaga integritas nutrisi Omega-3 tanpa penambahan lemak jenuh berlebihan dari penggorengan. Pengenalan kembali makanan tradisional yang hemat biaya dan mudah diakses seperti ikan kembung dipandang sebagai jalur efektif untuk meningkatkan kualitas gizi global. Ahli gizi, seperti Triyani Kresnawan dari DPP Persagi, telah menyarankan ikan kembung sebagai alternatif lokal yang terjangkau pengganti salmon yang mahal. Dengan ketersediaan melimpah di pasar tradisional dan statusnya sebagai ikan tangkapan laut lokal, ikan kembung menawarkan solusi pangan yang berdaulat secara nutrisi dan ramah lingkungan untuk memenuhi tuntutan diet sehat di masa depan.

4 Tampilan

Sumber-sumber

  • ND

  • Continente Feed

  • Vitat

  • A Pitada do Pai

  • Notícias ao Minuto

  • DGAV

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.