Anak Rubah Kit San Joaquin Terancam Punah Berbiak di Kampus Universitas, Mendorong Rencana Konservasi
Diedit oleh: Olga Samsonova
Anak-anak rubah kit San Joaquin, yang diklasifikasikan sebagai spesies terancam punah, dilaporkan berhasil berkembang biak di lingkungan kampus California State University, Bakersfield (CSUB). Penemuan ini, yang dikonfirmasi melalui penelitian pada tahun 2025, menggarisbawahi pentingnya area urban tersebut sebagai habitat krusial bagi kelangsungan hidup subspesies Vulpes macrotis mutica di tengah tekanan fragmentasi habitat dan ancaman antropogenik lainnya.
Secara historis, rubah kit San Joaquin pernah mendominasi Lembah San Joaquin di California Tengah. Namun, sekitar 90% dari habitat aslinya kini telah dialihfungsikan untuk pertanian, pengembangan energi seperti ekstraksi minyak, dan urbanisasi, yang menyebabkan penurunan populasi drastis hingga tersisa hanya beberapa ribu individu. Keberhasilan reproduksi di lingkungan kampus ini menunjukkan kemampuan adaptasi subspesies tersebut terhadap kondisi urban yang menantang.
Upaya pemantauan dan perlindungan populasi yang beradaptasi di lingkungan urban ini mendapatkan dorongan melalui pendanaan eksternal. Dr. Antje Lauer, seorang Profesor Biologi di CSUB, bersama timnya, mengamankan hibah senilai $8.500 dari National Wildlife Federation dan Mutual of Omaha's Wild Kingdom. Dana tersebut dialokasikan untuk memperluas studi populasi rubah di seluruh area kampus CSUB dan sepanjang dataran banjir Sungai Kern. Proyek yang dipimpin oleh Dr. Lauer, yang juga peneliti aktif di bidang mikrobiologi lingkungan, dimulai pada bulan Juni dan berlangsung selama enam bulan.
Metodologi penelitian tim Dr. Lauer mengandalkan teknik non-invasif untuk memetakan kepadatan populasi, sarang (den), dan wilayah perburuan. Para peneliti mengumpulkan sampel kotoran (scat) di lapangan, kemudian mengekstraksi DNA untuk dianalisis menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR) guna mengidentifikasi spesies yang terwakili. Analisis DNA dari kotoran ini dinilai lebih efisien dibandingkan metode survei tradisional yang invasif, mahal, dan padat karya seperti penangkapan langsung.
Dr. Lauer menekankan bahwa dataran banjir Sungai Kern berfungsi sebagai koridor perjalanan penting yang menghubungkan populasi rubah yang terisolasi, menyediakan sumber makanan alami berupa hewan pengerat, dan menawarkan perlindungan dari bahaya tabrakan kendaraan. Sasaran utama dari proyek penelitian yang didanai ini adalah perumusan rencana konservasi habitat yang komprehensif dan berkelanjutan. Rencana ini dirancang untuk diintegrasikan ke dalam Rencana Induk (Master Plan) CSUB dan dipresentasikan kepada Dewan Kota Bakersfield, dengan tujuan memengaruhi perencanaan kota terkait konstruksi baru demi menciptakan koridor aman bagi koneksi genetik populasi rubah.
Penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa kepadatan populasi rubah kit urban di Bakersfield bahkan dapat lebih tinggi daripada perkiraan kepadatan di habitat alami, dengan estimasi kapasitas tampung mencapai 561 rubah dewasa di area urban tersebut. Kehadiran rubah kit San Joaquin di CSUB, yang merupakan satu-satunya kampus AS yang mendukung spesies kanid terancam punah ini selama beberapa dekade, menyoroti dilema konservasi urban. Meskipun adaptasi ini menjanjikan, populasi urban menghadapi ancaman spesifik seperti tabrakan kendaraan dan penyakit kudis sarkoptik yang telah terkonfirmasi menyerang populasi Bakersfield. Upaya konservasi terpadu, seperti yang diinisiasi oleh Dr. Lauer, menjadi kunci untuk menerjemahkan keberhasilan perkembangbiakan di kampus menjadi kelangsungan hidup jangka panjang subspesies ini di wilayah yang lebih luas.
12 Tampilan
Sumber-sumber
KERO
California State University, Bakersfield
California State University, Bakersfield
KVPR
ResearchGate
California Living Museum
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
