Uni Eropa Selidiki Mekanisme Harga Lelang Iklan Google Terkait Dugaan Monopoli

Diedit oleh: Svetlana Velgush

Komisi Eropa telah secara resmi menginisiasi tahap baru dalam pengawasan antimonopoli yang berfokus pada mekanisme internal lelang untuk penjualan ruang iklan di mesin pencari Google. Otoritas regulasi Uni Eropa mengirimkan permintaan informasi formal kepada berbagai pengiklan pada 9 Februari 2026, dengan menetapkan tenggat waktu penyerahan jawaban hingga 2 Maret. Inti dari pemeriksaan ini adalah adanya kecurigaan kuat bahwa Alphabet, sebagai perusahaan induk, mungkin telah melakukan manipulasi sistematis terhadap apa yang disebut sebagai harga kliring (clearing price) dalam proses lelang waktu nyata. Tindakan ini diduga merupakan bentuk penyalahgunaan posisi dominan di pasar yang melanggar hukum persaingan usaha yang berlaku di wilayah Uni Eropa.

Otoritas di Brussels kini tengah berupaya keras untuk menentukan apakah mekanisme penjualan inventaris iklan pada platform Google tersebut memiliki cacat bawaan atau memang sengaja dikonfigurasi untuk menaikkan biaya bagi pengiklan akhir secara artifisial. Apabila praktik antipersaingan ini berhasil dibuktikan di pengadilan, korporasi tersebut menghadapi ancaman hukuman finansial yang sangat masif, yang nilainya bisa mencapai sepuluh persen dari total pendapatan tahunan global mereka. Gelombang penyelidikan baru ini semakin memperberat tekanan regulasi yang sudah ada, di mana sebelumnya Alphabet telah dijatuhi denda yang mendekati angka 3 miliar euro karena berbagai pelanggaran serius dalam ekosistem teknologi periklanan atau AdTech.

Meskipun Google terus menyuarakan pembelaan mengenai transparansi sistem mereka dan mengklaim bahwa harga iklan ditentukan murni oleh lelang kompetitif untuk memastikan relevansi, argumen tersebut kini diragukan oleh banyak pihak. Pernyataan perusahaan tersebut senada dengan pembelaan mereka terhadap tuduhan yang sebelumnya dilayangkan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, yang juga menuding penggunaan formula algoritma yang sangat kompleks untuk memanipulasi hasil lelang daring demi keuntungan sepihak. Komisaris Persaingan Usaha, Teresa Ribera, berdasarkan laporan dari berbagai sumber internal, diperkirakan akan segera mengumumkan dimulainya investigasi menyeluruh secara formal, yang menjadi sinyal kuat akan ketegasan Uni Eropa dalam menata pasar digital global.

Langkah investigasi ini semakin mempertegas komitmen berkelanjutan Eropa dalam memantau aktivitas antimonopoli dari raksasa teknologi asal Amerika Serikat, terutama dengan implementasi Undang-Undang Pasar Digital (DMA) yang baru. Sebelumnya, pada bulan September 2025, pihak Brussels telah menjatuhkan sanksi denda sebesar 2,95 miliar euro kepada Google karena terbukti memberikan prioritas dan keuntungan tidak adil bagi layanan internal mereka sendiri dalam ranah teknologi iklan, yang memaksa perusahaan untuk mengubah praktik bisnisnya. Eskalasi fokus regulasi yang kini menyasar pada detail penetapan harga lelang, dan bukan hanya pada perilaku platform secara umum, menunjukkan adanya pergeseran strategi menuju analisis yang lebih mendalam terhadap mekanisme pasar fundamental yang dikendalikan oleh para pemimpin industri teknologi.

Jika melihat kembali sejarah perselisihan hukum yang panjang ini, total akumulasi denda yang telah dijatuhkan oleh Uni Eropa terhadap Alphabet kini telah melampaui angka fantastis sebesar 9,5 miliar euro. Pemeriksaan terbaru ini secara langsung mempertanyakan aspek keadilan dalam struktur penetapan harga yang, menurut pandangan regulator, mungkin telah digelembungkan secara sengaja sehingga merugikan pihak penerbit konten maupun pengiklan secara luas. Situasi ini tidak hanya mengancam posisi finansial Google, tetapi juga menciptakan preseden hukum yang sangat penting bagi kemungkinan penerapan langkah-langkah regulasi yang jauh lebih ketat dan membebani bagi perusahaan teknologi besar lainnya di masa depan.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • Hardware Upgrade - Il sito italiano sulla tecnologia

  • Investing.com

  • Bloomberg Law News

  • Reuters

  • ETV Bharat

  • PYMNTS.com

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.