Teluk Saleh di NTB Dikonfirmasi Jadi Kandidat Lokasi Pengasuhan Bayi Hiu Paus Pertama Dunia
Diedit oleh: Olga Samsonova
Perairan Teluk Saleh, yang terletak di utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, telah dikonfirmasi oleh para ilmuwan sebagai kandidat utama global untuk berfungsi sebagai area pengasuhan (nursery ground) bagi hiu paus (Rhincodon typus). Konfirmasi ini dipublikasikan dalam jurnal internasional Diversity, menempatkan Teluk Saleh sebagai lokasi pertama yang secara ilmiah diidentifikasi memiliki potensi ekologis untuk fungsi pengasuhan bayi hiu paus, mengingat belum adanya lokasi melahirkan atau *pupping ground* yang terkonfirmasi secara ilmiah di seluruh dunia.
Salah satu individu neonatal yang didokumentasikan memiliki estimasi usia sekitar empat bulan, dengan panjang tubuh terukur antara 135 hingga 145 sentimeter, setelah sempat ditangkap sementara oleh nelayan lokal sebelum dilepaskan kembali ke laut. Penampakan hiu paus dengan ukuran di bawah 1,5 meter sangat jarang terjadi; catatan global selama lebih dari satu abad penelitian hanya mencatat 33 kemunculan, dan sebagian besar tanpa dokumentasi visual yang memadai. Karakteristik geografis dan oseanografi Teluk Saleh diduga menjadi faktor kunci bagi kelangsungan hidup anakan hiu paus pada fase pertumbuhan kritis mereka.
Perairan teluk ini dikenal relatif tenang dan terlindung dari gelombang laut lepas, menciptakan kondisi ideal bagi biota laut yang rentan. Selain itu, produktivitas plankton di teluk tersebut tinggi, didukung oleh suplai nutrien dari ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang di sekitarnya. Keberadaan bagan-bagan penangkapan ikan secara konsisten menarik ikan kecil dan udang rebon, yang secara efektif menciptakan sumber makanan alami yang stabil bagi bayi hiu paus. Teluk Saleh sendiri merupakan teluk terbesar di Pulau Sumbawa, mencakup area permukaan sekitar 1.459 kilometer persegi dengan kedalaman yang bervariasi dari 0 hingga 324 meter.
Penemuan krusial ini sangat bergantung pada peran aktif komunitas lokal, khususnya para nelayan di Nusa Tenggara Barat. Pada periode Agustus hingga September 2024, laporan dari nelayan setempat mencatat sedikitnya lima kali penampakan hiu paus kecil dengan kisaran ukuran 1,2 hingga 1,5 meter di sekitar area bagan mereka. Mochamad Iqbal Herwata Putra dari Konservasi Indonesia menyatakan bahwa laporan masyarakat ini memungkinkan respons cepat dari tim peneliti, menegaskan peran vital nelayan sebagai mata peneliti di lapangan. Ismail Syakurachman, selaku *Lead Studi First Evidence of Neonatal Whale Sharks in Saleh Bay*, menekankan bahwa tanpa keterlibatan mereka, tahap awal kehidupan spesies ini akan tetap tersembunyi dari dunia sains.
Sebagai respons terhadap potensi ekologis Teluk Saleh, Konservasi Indonesia bersama mitra dan otoritas pemerintah sedang menginisiasi pembentukan Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Area/MPA) berbasis hiu paus yang pertama di Indonesia. Penemuan neonatal ini diharapkan dapat memperkuat dasar ilmiah untuk mendapatkan perlindungan resmi bagi kawasan tersebut. Meskipun demikian, ilmuwan konservasi, termasuk Edy Setyawan dari Elasmobranch Institute Indonesia, menekankan bahwa konfirmasi ilmiah penuh memerlukan pemantauan jangka panjang yang berkelanjutan untuk memastikan bayi-bayi tersebut benar-benar lahir di Teluk Saleh dan bukan sekadar bermigrasi dari laut lepas.
Secara nasional, Indonesia telah menunjukkan komitmen konservasi terhadap Rhincodon typus melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013 yang memberikan status perlindungan penuh, serta Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Hiu Paus Tahun 2021-2025. Upaya berkelanjutan ini bertujuan menjaga populasi hiu paus, yang oleh IUCN dikategorikan sebagai rentan punah (vulnerable), agar dapat bertahan dalam lanskap laut Indonesia.
8 Tampilan
Sumber-sumber
TEMPO.CO
OANA News
INP (Indonesian National Police)
TEMPO.CO
MDPI (Diversity Journal)
Indonesian Conservation
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
