Studi Skala Besar Selidiki Pemahaman Bahasa Anjing Melalui Tombol Suara
Diedit oleh: Olga Samsonova
Sebuah inisiatif sains warga berskala besar sedang menyelidiki kemampuan anjing untuk mengartikulasikan pemikiran kompleks kepada manusia melalui penggunaan papan suara yang merekam kata-kata. Proyek Komunikasi Anjing ini dipimpin oleh Federico Rossano, seorang profesor di Departemen Ilmu Kognitif Universitas California San Diego (UCSD) dan kepala Laboratorium Kognisi Komparatif. Penelitian longitudinal ini merupakan studi terbesar di dunia mengenai hewan peliharaan yang dilatih menggunakan tombol suara, dengan tujuan memvalidasi klaim komunikasi yang sering muncul di ranah publik dan media sosial.
Inisiatif ini memperoleh momentum signifikan menyusul keberhasilan awal ahli patologi wicara Christina Hunger, yang melatih anjingnya, Stella, untuk menguasai lebih dari 50 kata menggunakan tombol suara. Hunger, seorang praktisi di San Diego, California, menerapkan metodologi yang serupa dengan terapi wicara untuk anak usia dini dalam melatih Stella. Saat ini, tim Rossano telah mengumpulkan data dari sekitar 10.000 anjing dan 700 kucing yang berpartisipasi secara global dalam upaya ilmiah ini. Salah satu fokus utama studi ini adalah menguji validitas pemahaman anjing secara ketat, dengan secara spesifik menghindari fenomena yang dikenal sebagai 'Efek Clever Hans'.
Untuk memverifikasi respons, para peneliti mengandalkan analisis video jarak jauh untuk mengonfirmasi reaksi anjing terhadap kata-kata yang dipicu oleh tombol. Temuan awal dari pengumpulan data yang ekstensif, yang mencakup 21 bulan pelacakan terhadap 152 hewan dan menghasilkan kumpulan data 250.000 penekanan tombol, menunjukkan adanya penggunaan kombinasi kata secara kontekstual oleh beberapa anjing. Sebagai contoh, kombinasi kata seperti 'luar' ditambah 'toilet' diamati untuk mengindikasikan kebutuhan buang air. Secara kuantitatif, penelitian ini menyoroti potensi ekspresi tingkat lanjut, dengan sekitar 65 anjing dalam studi ini secara rutin menggunakan 100 tombol atau lebih untuk berkomunikasi.
Data menunjukkan bahwa anjing yang berpartisipasi lebih sering menekan tombol untuk kebutuhan mendesak seperti 'makanan', 'camilan', dan 'luar' dibandingkan dengan ungkapan afektif seperti 'aku cinta kamu' atau nama pemilik. Selain itu, beberapa anjing telah mempelajari konsep 'sakit', menekan tombol seperti 'perut sakit' sebelum muntah atau 'telinga sakit' sebelum kunjungan ke dokter hewan untuk infeksi telinga. Jika temuan ini terkonfirmasi secara definitif, penelitian yang dilakukan oleh Rossano dan rekan-rekannya berpotensi meningkatkan kesejahteraan hewan dengan menyediakan sarana ekspresi yang lebih artikulatif bagi anjing. Rossano, yang juga ditampilkan dalam dokumenter Netflix “Inside the Mind of a Dog,” menegaskan bahwa penelitian ini adalah langkah awal dalam penyelidikan berkelanjutan mengenai komunikasi antarspesies. Karya ilmiah ini telah mendapat sorotan publik, termasuk penayangan dalam program NOVA PBS pada Februari 2026.
Meskipun terdapat pandangan skeptis yang mengingatkan bahwa ini mungkin hanya bentuk komunikasi yang terinfantilkan, studi empiris ini menunjukkan bahwa kata-kata memiliki makna bagi anjing, dan mereka merespons kata-kata itu sendiri, bukan hanya isyarat yang menyertainya. Anjing ras campuran dilaporkan menunjukkan kinerja terbaik dalam studi ini, sementara anjing yang lebih muda cenderung belajar lebih cepat.
7 Tampilan
Sumber-sumber
Earth.com
cowboystatedaily.com
Digital Sevilla - Diario andaluz progresista
Diario Panorama
Earth.com
University of California
National Today
Springer Nature
Cowboy State Daily
Kool 107.9
The Colorado Sun
YouTube
Summit Lost Pet Rescue
HECHOS DE HOY
Experto Animal
GIRONANOTICIES.COM
Granja la Luna - Residencia perros Madrid
Diario Panorama Movil
Reconquista Hoy
Rosario3
El Urbano de San Carlos
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
