Konfirmasi Kehadiran Manatee Afrika di Sistem Sungai Kouilou, Kongo
Diedit oleh: Olga Samsonova
Upaya konservasi telah mengonfirmasi keberadaan Manatee Afrika (*Trichechus senegalensis*), spesies yang terdaftar Rentan oleh Daftar Merah IUCN, di dalam sistem Sungai Kouilou di Republik Kongo. Penemuan ini signifikan karena bentangan sungai spesifik tersebut sebelumnya tidak tercatat sebagai bagian dari distribusi habitat mamalia laut langka ini. Manatee Afrika, atau manatee Afrika Barat, secara historis diketahui menghuni perairan pesisir dan sungai di Afrika Barat, membentang dari Senegal hingga Angola.
Verifikasi keberadaan ini merupakan hasil kolaborasi antara asosiasi Tursiops yang berbasis di Mallorca dan Jane Goodall Institute, yang mendukung perluasan Cagar Alam Tchinpounga. Cagar Alam Tchimpounga, yang dikelola bersama oleh Pemerintah Kongo dan Jane Goodall Institute, mencakup area seluas lebih dari 530 km² dan telah diklasifikasikan sebagai Kawasan Keanekaragaman Hayati Utama (KBA) sejak penilaian tahun 2023. Para peneliti melaporkan pengamatan langsung yang meyakinkan, termasuk penampakan seekor induk bersama anaknya, meskipun kondisi air sungai yang keruh menghadirkan tantangan operasional.
Metodologi penelitian yang diterapkan melibatkan pendekatan ilmiah yang canggih dan tidak mengganggu. Tim Tursiops menggunakan hidrafon untuk mengumpulkan data bioakustik sekaligus melatih staf lokal untuk operasi lapangan. Studi lanjutan pada tahun 2025, yang mencakup analisis DNA lingkungan (eDNA) di 55 lokasi dan penggunaan kamera bawah air, semakin memperkuat temuan ini. Penggunaan kamera bawah air menghasilkan rekaman global pertama dari *Trichechus senegalensis* di habitat alaminya, dengan total 150 jam rekaman yang menangkap lebih dari 10 individu manatee.
Secara ekologis, spesies herbivora akuatik ini berperan penting dalam menjaga padang lamun, mendukung produktivitas ekosistem, dan menstabilkan lingkungan pesisir di area seperti Taman Nasional Conkouati-Douli di Kongo. Manatee Afrika bergantung pada suhu air hangat, umumnya di atas 18°C, dan diketahui melakukan migrasi musiman ke hulu sungai saat musim hujan untuk mencari sumber makanan seperti tumbuhan air dan eceng gondok.
Sebagai respons terhadap temuan ini, langkah-langkah konservasi yang diusulkan mencakup penetapan zona larangan motoris di area-area kritis untuk meminimalkan gangguan. Upaya edukasi juga diintegrasikan, dengan kegiatan yang menjangkau antara 300 hingga 500 anak di setidaknya delapan sekolah untuk menumbuhkan budaya perlindungan spesies sejak dini. Data distribusi yang lebih rinci ini krusial untuk memperkuat diskusi dengan pengelola Taman Nasional Conkouati-Douli dan Noé mengenai pembentukan area perlindungan ketat yang didedikasikan khusus untuk manatee, serta penguatan pemantauan oleh penjaga ekologi.
5 Tampilan
Sumber-sumber
Última Hora
O Antagonista
UICN
ResearchGate
SciSpace
Marilles Foundation
The Guardian
Deccan Chronicle
IFLScience
Chester Zoo
Malay Mail
Mongabay
Chester Zoo
SWNS
GOV.UK
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.