Yoga saat fajar di pegunungan
Penelitian Terbaru Kaitkan Suplementasi Vitamin D dengan Perlambatan Penuaan dan Pengurangan Risiko Kardiovaskular
Diedit oleh: gaya ❤️ one
Sebuah analisis terkini yang dipublikasikan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa suplementasi Vitamin D dapat secara signifikan memengaruhi penanda penuaan biologis dan berperan dalam pencegahan penyakit degeneratif. Tinjauan mendalam terhadap data dari uji coba VITAL, sebuah studi terkontrol secara acak, mengidentifikasi korelasi antara konsumsi harian 2.000 IU Vitamin D3 dan perlambatan pemendekan telomer pada sel darah putih partisipan.
Temuan yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini mengindikasikan bahwa efek perlindungan tersebut secara kuantitatif setara dengan menunda penuaan biologis sekitar tiga tahun dibandingkan dengan kelompok plasebo. Studi VITAL, yang dipimpin oleh Dr. JoAnn Manson dari Brigham and Women's Hospital, menjadi uji coba jangka panjang berskala besar pertama yang mengonfirmasi peran suplemen vitamin D dalam menjaga integritas telomer, tutup pelindung pada ujung kromosom yang cenderung memendek seiring bertambahnya usia dan munculnya penyakit terkait usia.
Selain implikasi pada penuaan seluler, data epidemiologis secara konsisten menghubungkan kadar Vitamin D yang lebih tinggi dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Manfaat tambahan terlihat pada peningkatan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker yang telah terdiagnosis, yang diduga kuat melalui mekanisme dukungan sistem imun dan reduksi tingkat peradangan sistemik. Kekurangan Vitamin D sendiri telah dikaitkan dengan berbagai kondisi kronis, termasuk diabetes, obesitas, penyakit autoimun, dan gangguan kardiovaskular, yang menekankan pentingnya status nutrisi yang memadai.
Sebuah kemajuan substansial dalam pencegahan sekunder serangan jantung terungkap melalui uji coba TARGET-D, yang diselenggarakan oleh Intermountain Health di Salt Lake City. Penelitian ini menguji hipotesis bahwa koreksi aktif terhadap kadar Vitamin D, bukan sekadar suplementasi standar, dapat mencegah kejadian kardiovaskular berulang. Dalam uji coba ini, pasien yang menerima dosis Vitamin D3 yang dipersonalisasi untuk mencapai kadar optimal dalam darah (40-80 ng/mL) mengalami reduksi risiko serangan jantung berulang sebesar 52%.
Menariknya, 85% dari 630 partisipan yang direkrut antara April 2017 hingga Mei 2023 awalnya menunjukkan insufisiensi Vitamin D. Untuk mencapai target terapeutik tersebut, mayoritas peserta dalam kelompok intervensi memerlukan dosis awal yang cukup tinggi, seringkali melebihi 5.000 IU per hari, yang jauh melampaui rekomendasi umum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 600 IU harian. Temuan dari TARGET-D, yang dipresentasikan pada American Heart Association Scientific Sessions tahun 2025, menekankan perlunya pendekatan individual dalam suplementasi pasca-infark miokard.
Dr. Heidi May, seorang ahli epidemiologi kardiovaskular di Intermountain Health dan investigator utama, menyatakan bahwa tidak ada hasil sampingan yang merugikan yang teramati meskipun pemberian dosis tinggi. Meskipun data mengenai penuaan dan kesehatan kardiovaskular meyakinkan, para ahli kesehatan menyarankan agar rekomendasi universal dihindari. Suplementasi yang dipersonalisasi dan diawasi secara ketat disarankan bagi individu berisiko tinggi, berbeda dengan anjuran umum harian 600 IU yang sering dikaitkan dengan pemeliharaan kesehatan tulang. Status kecukupan, yang diukur melalui konsentrasi serum 25(OH)D, dianggap cukup bagi kebanyakan orang pada tingkat 50 nmol/L atau 20 ng/mL atau lebih, menurut Food and Nutrition Board di National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine.
Sumber-sumber
La Razón
El Radar del Rejuvenecimiento
NGD
MDPI
Infobae
Cure Compass
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
