Universitas Osijek Membahas Rotwelsch, Bahasa Rahasia Eropa Abad Pertengahan
Diedit oleh: Vera Mo
Sebuah kuliah umum bertajuk "Rotwelsch - tajni jezik srednjovjekovnih lupeža i prosjaka," atau "Rotwelsch - bahasa rahasia pencuri dan pengemis abad pertengahan," dijadwalkan berlangsung pada 3 Desember 2025 di Fakultas Filsafat Universitas Osijek, Kroasia. Acara ini merupakan bagian dari proyek popularisasi sains FUZ&JA (Filozofski u zajednici - i ja), yang secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah selama musim gugur dan musim dingin.
Presentasi tersebut akan menyoroti Rotwelsch, sebuah sosiolek yang berkembang di Eropa Abad Pertengahan, terutama di kalangan kelompok terpinggirkan seperti pengemis, gelandangan, dan penjahat. Bahasa ini, yang juga dikenal sebagai Gaunersprache atau Khokhmer Loshn, secara historis digunakan oleh pengrajin keliling dan gelandangan di wilayah yang mencakup Jerman, Swiss, Austria, dan Bohemia. Dr. sc. Kristian Novak, seorang profesor madya dan penulis, akan memimpin diskusi mengenai seluk-beluk kode rahasia ini.
Dr. Novak memiliki latar belakang akademis yang kuat, menyelesaikan studi bahasa Jerman dan Kroasia di Fakultas Filsafat Zagreb pada tahun 2005 dan meraih gelar doktor dalam linguistik umum pada tahun 2011. Selain itu, ia dikenal sebagai penulis novel Kroasia dan memiliki minat penelitian dalam sosiolinguistik historis dan multilingualisme, termasuk kontak bahasa Kroasia-Jerman, serta menjabat sebagai profesor madya di Departemen Studi Jerman di Zagreb sejak 2021.
Struktur linguistik Rotwelsch dicirikan oleh perpaduan elemen dari berbagai varietas bahasa Jerman dengan pengaruh signifikan dari bahasa Yiddish, Romani, Slavia, dan Latin, sehingga tidak dapat dipahami oleh orang luar. Secara teknis, Rotwelsch dianggap sebagai sosiolek, bukan bahasa penuh karena tidak memiliki tata bahasa sendiri, namun berfungsi sebagai sistem komunikasi yang mengikat komunitas dan mengecualikan pihak luar. Istilah 'Rotwelsch' pertama kali dinamai oleh Martin Luther dalam prakata Liber Vagatorum pada abad ke-16, di mana 'Rot' berarti 'pengemis' dan 'welsch' berarti 'tidak dapat dipahami'.
Bahasa ini berfungsi sebagai alat vital untuk menyembunyikan komunikasi, memungkinkan para penggunanya menghindari pengawasan negara dan melindungi komunitas mereka selama periode kerusuhan sosial dan penganiayaan. Presentasi ini akan menguraikan sejarah dan karakteristik kode rahasia ini, yang secara fundamental berfungsi sebagai sarana bertahan hidup bagi kelompok-kelompok yang terancam. Selain bahasa lisan, para penutur Rotwelsch juga menggunakan tanda-tanda rahasia yang diukir, yang dikenal sebagai Zinken, untuk memperingatkan bahaya atau merekomendasikan rumah tangga yang ramah.
Penemuan kembali dan dokumentasi bahasa ini sering kali berasal dari arsip kepolisian yang mencatat kata-kata dan frasa yang diungkapkan oleh para penutur yang ditangkap, memberikan wawasan langka tentang kehidupan kaum terpinggirkan di Eropa Tengah dari Abad Pertengahan hingga era modern. Meskipun terjadi penindasan linguistik sistematis oleh polisi Jerman selama abad ke-19 dan ke-20, beberapa varian Rotwelsch yang lebih ringan masih dapat terdeteksi di kalangan pengrajin keliling dan penampil pekan raya saat ini.
Sumber-sumber
Wiktionnaire
Glas Slavonije
La France en Bulgarie
Human Rights Watch
Conseil économique social et environnemental (CESE)
Direction générale du Trésor
Observatoire des inégalités
Glas Slavonije
Glas Slavonije
dr. sc. Kristian Novak - Odsjek za germanistiku
dr.sc. Kristian Novak, izv. prof. - Filozofski fakultet
Kristian Novak - V.B.Z.
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
