Saham Chip Memori Melonjak Saat Krisis Pasokan AI Diprediksi Berlanjut Hingga 2027
Diedit oleh: gaya ❤️ one
Pada perdagangan global hari Senin, 5 Januari 2026, harga saham produsen chip memori utama mencatat kenaikan signifikan. Lonjakan ini merupakan respons investor terhadap antisipasi apresiasi harga lebih lanjut, yang dipicu oleh kelangkaan pasokan yang diperkirakan akan berlanjut, didorong oleh kebutuhan infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI).
Inti dari pergerakan pasar ini adalah pergeseran strategis oleh pembuat memori terkemuka dunia, termasuk Samsung dan SK Hynix, yang kini memprioritaskan produksi High-Bandwidth Memory (HBM) untuk server AI. Keputusan ini, yang didorong oleh margin keuntungan yang lebih tinggi pada komponen kelas atas, secara otomatis mengurangi alokasi kapasitas untuk memori konvensional seperti DRAM dan NAND yang digunakan dalam perangkat elektronik konsumen. Lembaga riset IDC memperkirakan pergeseran struktural ini berpotensi menjadi realokasi permanen kapasitas wafer silikon global, yang diperkirakan akan menahan pasokan hingga melampaui tahun 2026, bahkan berpotensi hingga 2027.
Data historis menggarisbawahi ketidakseimbangan pasokan-permintaan yang akut. Harga spot untuk DDR4 16Gb dilaporkan telah melonjak sekitar 1.800% antara akhir tahun 2024 dan Desember 2025. Kontrak harga memori secara umum diperkirakan akan mengalami kenaikan tambahan sebesar 30% hingga 40% pada Kuartal I 2026. Sebagai ilustrasi kinerja pasar, saham SK Hynix melonjak hampir empat kali lipat sepanjang tahun 2025, sementara saham Samsung meningkat lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama. Pada penutupan perdagangan terakhir sebelum 5 Januari 2026, saham SK Hynix naik hampir 3%, dan Samsung mencatat kenaikan hampir 7,5%, sementara saham Micron (MU) naik lebih dari 3% dalam perdagangan pra-pasar hari itu. Pemain yang lebih kecil di sektor ini juga melaporkan kenaikan saham berkisar antara 2,5% hingga 4,5% pada perdagangan pra-pasar hari tersebut.
Pernyataan dari para eksekutif industri memperkuat pandangan ini. Co-CEO Samsung, TM Roh, menyebut situasi ini sebagai kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menyatakan bahwa dampak kenaikan harga chip memori pada produk konsumen seperti ponsel pintar dan televisi akan tidak terhindarkan. Konsekuensi dari pengalihan kapasitas produksi ini mulai terasa di pasar konsumen, memaksa produsen menaikkan harga atau mengurangi spesifikasi memori pada perangkat seperti USB drive, ponsel pintar, dan PC. IDC memproyeksikan pengiriman PC global dapat menyusut hingga 9% pada tahun 2026, sebagian besar disebabkan oleh kekurangan memori yang mahal. Analis dari J.P. Morgan dan Morgan Stanley mengklasifikasikan tren ini sebagai supercycle yang berpotensi meluas hingga 2027.
Tekanan rantai pasokan ini juga memengaruhi produsen perangkat akhir. CEO Micron, Sanjay Mehrotra, menegaskan bahwa kondisi pasar yang ketat di seluruh DRAM dan NAND diperkirakan akan bertahan melintasi tahun 2026 karena permintaan AI yang berkelanjutan. Samsung, misalnya, berencana menggandakan jumlah perangkat seluler yang menjalankan fitur AI Gemini mereka menjadi 800 juta unit pada tahun 2026, yang akan menambah tekanan pada rantai pasokan memori. Sementara itu, produsen seperti Lenovo telah mengambil langkah proaktif dengan menimbun stok komponen kritis, berbeda dengan produsen kecil yang dianggap lebih rentan terhadap kenaikan biaya produksi yang signifikan, yang diperkirakan mencapai 5% hingga 20% pada harga jual rata-rata perangkat.
15 Tampilan
Sumber-sumber
Reuters
Tech Wire Asia
Dexerto
TheStreet
MK
Investing.com
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
