Pakar Gizi Dorong Kesadaran Makan Seimbang Selama Perayaan Hari Raya
Diedit oleh: Olga Samsonova
Pakar nutrisi di Spanyol dan Indonesia secara konsisten menekankan pentingnya pola makan yang penuh kesadaran selama periode perayaan hari raya yang sering kali identik dengan hidangan berlimpah. Rekomendasi utama para ahli gizi adalah mengutamakan konsumsi pangan segar dan alami, sambil membatasi secara signifikan asupan produk ultra-proses. Konsumsi berlebih produk tersebut telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Namun, para profesional kesehatan menyatakan bahwa menikmati kelebihan sesekali masih dapat ditoleransi selama tetap berada dalam kerangka gaya hidup yang secara keseluruhan seimbang dan teratur.
Fokus utama panduan para ahli gizi adalah penerapan prinsip moderasi dan pemilihan opsi makanan yang lebih sehat. Disarankan agar masyarakat memprioritaskan asupan buah-buahan dan sayuran segar, yang kaya akan vitamin dan mineral penting untuk fungsi tubuh optimal dan peningkatan sistem kekebalan. Selain itu, pembatasan konsumsi minuman berpemanis dan penggunaan metode memasak yang lebih sederhana, seperti memanggang atau menumis alih-alih menggoreng, sangat dianjurkan. Praktik makan dengan tenang dan secara aktif mengenali sinyal kenyang dari tubuh merupakan strategi penting untuk mencegah konsumsi berlebihan yang tidak disadari.
Para ahli gizi memperingatkan terhadap kesalahan umum pasca-perayaan, yaitu melewatkan waktu makan seperti sarapan atau makan siang dengan harapan menyeimbangkan kalori sebelumnya. Praktik meniadakan makan ini justru dapat meningkatkan rasa lapar secara drastis, yang berpotensi memicu episode makan berlebihan atau binge eating. Sebagai alternatif yang lebih konstruktif, disarankan mempertahankan jadwal makan yang teratur, namun dengan porsi yang lebih ringan, berfokus pada sumber protein tanpa lemak dan tambahan sayuran untuk menjaga stabilitas kadar gula darah.
Selain aspek diet, mempertahankan tingkat aktivitas fisik tetap menjadi komponen krusial dalam menjaga keseimbangan energi selama musim perayaan. Disarankan untuk menghindari periode panjang tanpa bergerak atau perilaku sedenter, seperti terlalu lama duduk saat liburan. Pakar Kesehatan dari Universitas Lambung Mangkurat, Prof Dr dr Syamsul Arifin, menekankan bahwa aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki santai selama sekitar 30 menit setiap hari, penting untuk meningkatkan pengeluaran energi dan pembakaran kalori.
Dalam konteks modifikasi diet, ahli gizi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Fahmy Arif Tsani, mengingatkan bahwa hidangan khas hari raya cenderung tinggi kalori, gula, lemak, dan garam, sehingga pengaturan porsi menjadi vital. Mengadopsi prinsip 'Isi Piringku' yang menyarankan setengah piring terdiri dari buah dan sayuran, serta setengah lainnya dari biji-bijian dan protein, menjadi pedoman yang relevan untuk diterapkan dalam konteks hidangan perayaan. Dengan kesadaran penuh dan penyesuaian kecil, kenikmatan perayaan dapat dipertahankan tanpa mengorbankan tujuan kesehatan jangka panjang.
14 Tampilan
Sumber-sumber
Levante
Valencia News
Quirónsalud
V CONGRESO FESNAD SANTIAGO DE COMPOSTELA 2025
SEEN | Sociedad Española de Endocrinología y Nutrición
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
