Pola Abstinensia Nikola Tesla dan Kesinambungannya dengan Tren Kesehatan Modern
Diedit oleh: Olga Samsonova
Pola makan Nikola Tesla, yang dicirikan oleh disiplin ketat dan minimalisme asupan, menunjukkan keselarasan yang signifikan dengan konsep kesehatan kontemporer, termasuk praktik seperti puasa intermiten. Sang penemu legendaris, yang dikenal atas perintisannya dalam transmisi nirkabel, mengatur konsumsi hariannya secara ketat untuk mempertahankan kejernihan mental yang diperlukan bagi pekerjaan ilmiahnya.
Tesla memperlakukan tubuhnya sebagai mesin yang membutuhkan bahan bakar tepat dan pemeliharaan kebersihan, sebuah pandangan yang sejalan dengan prinsip kesehatan preventif saat ini. Ia secara metodis menyusun jadwal makannya menjadi dua kali asupan utama per hari, dengan sengaja menghilangkan makan siang, sebuah praktik yang ia yakini selaras dengan ritme Bumi. Dalam memoarnya, ia menekankan bahwa disiplin ini tidak hanya meningkatkan kesehatannya tetapi juga mempertajam inderanya. Sarapan khasnya sering kali mencakup makanan padat nutrisi dan kaya protein, seperti susu dan putih telur, sementara makan malamnya dijaga seringan mungkin, umumnya berupa sup sayuran untuk mendukung asupan vitamin dan regulasi usus.
Secara umum, Tesla cenderung menganut pola makan yang didominasi nabati, jarang mengonsumsi daging atau ikan karena keyakinan bahwa protein hewani meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Selain disiplin makan, Tesla secara tegas menghindari zat stimulan seperti kopi dan tembakau, sebuah keputusan yang didorong oleh kebutuhan mutlak untuk mempertahankan kejernihan mental tertinggi selama periode inovasi ilmiahnya. Setelah menderita kolera di masa muda dan masalah kesehatan lain pada usia 40 tahun, Tesla beralih sepenuhnya menjadi vegetarian, lebih memilih produk susu, telur, dan madu.
Fokus Tesla pada kemurnian makanan dan penghindaran zat yang mengganggu fungsi otak menempatkannya di garis depan pemikiran kesehatan holistik. Sementara banyak orang modern mencari makanan kaya asam lemak omega-3 dan antioksidan untuk kesehatan otak, Tesla mencapai tujuan serupa melalui eliminasi ketat dan penekanan pada makanan dasar yang dianggapnya 'murni'. Penelitian mendalam mengenai kebiasaan ini didokumentasikan oleh Milijan Stojanić dalam karyanya, Teslin banket, yang menguraikan pola makan dua kali sehari yang konsisten dijalani Tesla sepanjang hidupnya. Stojanić, seorang koki dan publikis dari Kosjerić, mendedikasikan lebih dari dua dekade untuk meneliti selera gastronomi sang ilmuwan, menghasilkan buku yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Inggris, dan telah menjangkau 187 negara.
Kisah Tesla memberikan perspektif tentang bagaimana disiplin diri yang ekstrem dalam nutrisi dan gaya hidup dapat berjalan seiring dengan pencapaian intelektual yang luar biasa. Pemahaman Tesla bahwa nutrisi adalah elemen terpenting dalam skema hidupnya, yang ia terapkan secara konsisten, menjadi pelajaran bahwa pemeliharaan tubuh adalah prasyarat bagi keunggulan pikiran, sebuah prinsip yang tetap relevan dalam upaya manusia untuk mencapai potensi kognitif maksimal di era modern.
91 Tampilan
Sumber-sumber
Krstarica
Medium
Medium
Science Magazine
Popular Mechanics
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.