Potensi Nutrisi Kerang Tiram dan Keberlanjutan Budidaya Lokal
Diedit oleh: Olga Samsonova
Kerang tiram, yang sering dianggap remeh, kini disorot oleh pakar nutrisi sebagai sumber gizi padat yang terjangkau. Ahli nutrisi Pablo Ojeda menyoroti bahwa komoditas laut ini menyimpan kekayaan nutrisi signifikan, mendorong evaluasi ulang perannya dalam pola makan modern yang seimbang.
Salah satu keunggulan nutrisi utama kerang tiram adalah kandungan Vitamin B12 yang sangat tinggi, yang krusial untuk fungsi sistem saraf optimal dan efisiensi produksi energi. Kekurangan vitamin ini dapat memicu masalah serius seperti depresi dan demensia. Selain itu, kerang tiram merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan lengkap, mengandung sembilan asam amino esensial, menjadikannya pilihan ideal untuk manajemen berat badan karena kandungan kalorinya yang relatif rendah. Profil mineralnya juga unggul; zat besi yang terkandung adalah bentuk heme, yang memiliki tingkat bioavailabilitas lebih tinggi dibandingkan zat besi non-heme dari sumber nabati, penting untuk pencegahan anemia defisiensi besi.
Kesehatan kardiovaskular juga didukung oleh kandungan asam lemak Omega-3 alami dalam tiram, yang terbukti mengurangi risiko penumpukan plak pada pembuluh darah. Mineral penting lainnya seperti seng, tembaga, selenium, fosfor, dan kalsium berkontribusi pada kepadatan tulang yang lebih baik. Kandungan kalium dan magnesium turut berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah dan memastikan sirkulasi darah yang lancar. Secara umum, kerang tiram juga sering dianggap memiliki tingkat kontaminasi logam berat yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis makanan laut lainnya, asalkan diolah dengan benar.
Di luar nilai gizinya, kerang tiram yang dibudidayakan diakui sebagai sumber pangan lokal yang sangat berkelanjutan, terutama di kawasan seperti Spanyol. Inovasi dalam budidaya perairan menjadi isu penting secara global. Di Indonesia, proyek percontohan di Aceh Besar menunjukkan upaya peningkatan produktivitas sekaligus menjaga ekosistem pesisir, seperti penggunaan metode Apung atau pemanfaatan material daur ulang untuk bibit. Pengembangan budidaya berkelanjutan ini menjanjikan potensi ekonomi bagi masyarakat pesisir, dengan beberapa pembudidaya melihat potensi pasar ekspor ke Jepang, Singapura, dan Cina, bahkan menghadapi kesulitan memenuhi permintaan domestik di Jakarta dan Surabaya.
Penemuan kembali kerang tiram sebagai makanan padat nutrisi yang terjangkau dan berkelanjutan, didukung oleh analisis ahli seperti Pablo Ojeda, menempatkannya pada posisi strategis dalam rantai pasok pangan masa depan. Dengan penekanan pada praktik budidaya yang bertanggung jawab, potensi kerang tiram untuk meningkatkan kesehatan publik sekaligus mendukung ekonomi lokal dapat direalisasikan secara maksimal.
11 Tampilan
Sumber-sumber
ElNacional.cat
ElNacional.cat
El Nacional.cat
vertexaisearch.cloud.google.com
AnchoasDeluxe
El Mundo
Revista Alimentaria
El Nacional.cat
Viktilabs
El Español
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
