
Biji Jintan Hitam Menunjukkan Potensi dalam Modulasi Lipid dan Penghambatan Pembentukan Sel Lemak
Diedit oleh: Olga Samsonova

Sebuah tinjauan ilmiah terkini mengonfirmasi perluasan manfaat kesehatan dari biji jintan hitam, atau secara botani dikenal sebagai *Nigella sativa*, sebuah rempah yang umum digunakan dalam masakan global. Temuan ini menggarisbawahi peran signifikan rempah yang juga disebut habbatussauda ini dalam mendukung kesehatan metabolik, melampaui fungsinya sebagai bumbu dapur. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi harian bubuk jintan hitam pada dosis 5 gram secara signifikan menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida pada partisipan studi. Selain itu, para peneliti mencatat peningkatan pada kadar HDL, atau kolesterol baik, yang mengindikasikan peran aktifnya dalam mendukung fungsi kesehatan metabolik secara menyeluruh.
Sebuah meta-analisis yang menelaah 34 studi melibatkan total 2.278 partisipan memperkuat temuan ini, menunjukkan bahwa suplementasi *N. sativa* secara signifikan mengurangi kolesterol total (SMD: -1.78), trigliserida (SMD: -1.2725), dan LDL-C (SMD: -2.45), seraya meningkatkan HDL-C (SMD: 0.79) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Beberapa studi klinis sebelumnya, termasuk publikasi tahun 2014, juga telah mendokumentasikan peningkatan profil lipid melalui suplementasi *Nigella Sativa*.
Dari perspektif molekuler, model laboratorium memberikan wawasan mengenai mekanisme aksi senyawa aktif dalam jintan hitam. Ekstrak jintan hitam terbukti mampu menghambat *adipogenesis*, yakni proses pembentukan sel-sel lemak baru, sebuah mekanisme yang diduga kuat terkait dengan keberadaan senyawa utama bernama Thymoquinone (TQ). Penelitian in vitro pada sel punca mesenkimal yang berasal dari jaringan adiposa manusia (ADSCs) menunjukkan bahwa TQ dapat mengurangi akumulasi lipid dan diferensiasi sel punca menjadi sel lemak matang melalui penghambatan ekspresi protein seperti PPARγ (Peroxisome proliferator-activated receptor gamma) dan FAS (Fatty Acid Synthetase).
Thymoquinone, sebagai molekul antioksidan yang kuat, menjadi fokus kajian mendalam karena potensinya dalam aksi anti-obesitas. Studi pada hewan model tikus yang diberi diet tinggi lemak menunjukkan bahwa pemberian TQ dapat mengurangi massa badan rata-rata dan massa bantalan lemak epididimal. TQ juga terbukti mengurangi ukuran tetesan lipid dan meningkatkan 'pencoklatan' jaringan adiposa putih (WAT) pada sel 3T3-L1, mengindikasikan bahwa TQ dapat memberikan aksi anti-obesitas melalui jalur regulasi PPARγ/C/EBPα.
Meskipun data ilmiah menunjukkan tren yang menjanjikan, para ahli kesehatan menyarankan kehati-hatian dan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan dosis optimal dan efikasi jangka panjang. Berdasarkan temuan yang ada, para ahli menyarankan masyarakat untuk mengintegrasikan sekitar setengah sendok teh bubuk biji jintan hitam ke dalam asupan harian sebagai bagian dari upaya mendukung kesehatan jantung dan metabolisme. Penggunaan *N. sativa* secara historis telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, dan kini ilmu pengetahuan modern mulai memvalidasi potensi terapeutiknya sebagai agen anti-hiperlipidemia komplementer. Efektivitas bubuk biji jintan hitam dalam meningkatkan HDL-C secara spesifik telah diamati dalam beberapa tinjauan sistematis, membedakannya dari minyak biji jintan hitam yang mungkin menunjukkan efek lebih kuat pada penurunan kolesterol total dan LDL-C. Selain manfaat lipid, *Nigella sativa* juga dikenal memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan diuretik, yang berkontribusi pada peningkatan kekebalan tubuh dan kesehatan organ vital.
13 Tampilan
Sumber-sumber
Verywell Health
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Sci.News
News-Medical.Net
Osaka Metropolitan University
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



