Induk Beruang Kutub di Manitoba Mengadopsi Anak yang Bukan Keturunannya

Diedit oleh: Olga Samsonova

Sebuah peristiwa perilaku yang tidak biasa pada mamalia kutub tercatat di Manitoba, Kanada, pada November 2025, ketika para ilmuwan mendokumentasikan kasus adopsi silang di antara beruang kutub. Insiden ini melibatkan seekor induk beruang kutub betina, yang diidentifikasi sebagai X33991, yang menerima dan merawat anak beruang yang bukan merupakan keturunannya sendiri di dekat Churchill, lokasi yang dikenal sebagai ibu kota beruang kutub dunia. Konfirmasi resmi mengenai peristiwa ini dikeluarkan oleh para peneliti yang berafiliasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kanada.

Data penelitian komprehensif dari kementerian tersebut mengindikasikan bahwa adopsi semacam ini merupakan kasus ketiga belas yang tercatat selama studi 45 tahun terhadap subpopulasi beruang kutub di wilayah Teluk Hudson Barat. Anak beruang yang diadopsi memiliki usia yang serupa dengan anak kandung induk tersebut, namun tidak memiliki tanda identifikasi biologis yang melekat pada keturunan asli X33991. Alysa McCall, direktur penjangkauan konservasi di Polar Bears Worldwide, menyatakan bahwa konfirmasi adopsi tersebut menyoroti ketahanan spesies ini di tengah tekanan lingkungan.

Perilaku pengasuhan ekstraspesifik ini, meskipun langka, terkadang muncul ketika beruang betina mendengar tangisan anak beruang yang terisolasi di tundra yang luas, menurut para ahli ekologi perilaku. Konteks ekologis di mana peristiwa ini terjadi sangat penting, mengingat subpopulasi Teluk Hudson Barat telah mengalami penurunan populasi substansial. Populasi ini menyusut sekitar 30% selama beberapa dekade terakhir, sebuah tren yang dikaitkan langsung dengan mencairnya es laut akibat pemanasan global, yang mengurangi waktu berburu anjing laut di atas es.

Data survei sebelumnya, seperti yang dilakukan pada tahun 2021, menunjukkan populasi di wilayah tersebut berjumlah sekitar 618 ekor, menurun dari 842 ekor lima tahun sebelumnya. Es laut di Teluk Hudson sendiri telah berkurang hampir 50% pada musim panas sejak 1980-an, memaksa beruang menghabiskan waktu hingga satu bulan lebih lama di darat tanpa akses ke makanan utama mereka. Geoff York dari Polar Bears International menyoroti bahwa tanpa pengurangan emisi gas rumah kaca, populasi ini berisiko hilang seluruhnya pada akhir abad ini.

Kementerian lingkungan hidup Kanada sebelumnya telah mendaftarkan beruang kutub sebagai spesies "yang mendapat perhatian khusus" pada November 2011, mengakui tanggung jawab pelestarian karena Kanada menampung sekitar dua pertiga populasi global. Insiden seperti adopsi silang oleh induk X33991 ini menawarkan sebuah anomali perilaku yang menarik perhatian para peneliti konservasi yang terus memantau salah satu dari 20 lokasi populasi beruang kutub di seluruh dunia, di tengah tantangan perubahan iklim yang terus meningkat.

11 Tampilan

Sumber-sumber

  • Media Indonesia - News & Views -

  • Aol

  • Newsday

  • Clarin

  • EurekAlert!

  • Critica

  • Antara News

  • Kompas.com

  • TINTAHIJAU.com

  • Media Indonesia

  • Mevin.ID

  • FOKUSJabar.id

  • SSBCrack News

  • NewsTalk 590 | WVLK-AM

  • National Koala Monitoring Program - DCCEEW

  • SBS

  • Telegrafi

  • World - Associated Press

  • FOUR PAWS INT

  • The Independent

  • The Washington Post

  • La Verdad Noticias

  • El Heraldo de México

  • Popular Science

  • CBC

  • Polar Bears International

  • A News

  • Discover Magazine

  • The Guardian

  • Mirage News

  • ResearchGate

  • Cambridge University Press

  • EFE

  • Venevisión

  • El País

  • Vertex AI Search

  • YouTube

  • ANTARA News Kalimantan Barat

  • ANTARA News Kalimantan Barat

  • Kompas.com

  • detikcom

  • VOI

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.