Kesenjangan Longevitas Global: Kontradiksi Antara Panjang Umur dan Kualitas Kesehatan

Diedit oleh: Olga Samsonova

Revolusi demografi global ditandai dengan peningkatan signifikan harapan hidup, di mana mayoritas populasi kini diproyeksikan melampaui usia 60 tahun. Namun, kuantitas tahun hidup tambahan ini tidak secara otomatis berkorelasi dengan peningkatan kualitas kesehatan, sehingga memunculkan jurang pemisah substansial antara harapan hidup (lifespan) dan harapan hidup sehat (healthy life expectancy/HALE).

Studi menunjukkan bahwa kesenjangan antara lifespan dan healthspan meningkat secara global, dari 8,5 tahun pada tahun 2000 menjadi 9,6 tahun pada tahun 2019. Pada tahun 2019, rata-rata global lifespan mencapai 72,5 tahun, sementara healthspan rata-rata hanya 63,3 tahun. Amerika Serikat, sebagai contoh, mencatat kesenjangan terbesar dengan selisih 12,4 tahun. Disparitas dalam pengalaman penuaan ini sangat mencolok berdasarkan geografi dan status sosioekonomi, di mana diperkirakan dua pertiga populasi di atas 60 tahun pada tahun 2050 akan berada di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Secara biologis, penuaan didefinisikan sebagai akumulasi kerusakan seluler dan molekuler progresif yang mengurangi kapasitas fisik dan mental individu. Untuk mengatasi tantangan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan periode 2021–2030 sebagai Dekade Penuaan Sehat (Decade of Healthy Ageing) sebagai upaya global untuk memerangi ageisme dan mendorong komunitas yang suportif. Dekade ini berfokus pada empat aksi kunci: mengubah pandangan terhadap usia, mengembangkan komunitas yang mendukung kemampuan lansia, menyediakan layanan kesehatan primer dan terintegrasi yang responsif, serta memastikan akses terhadap perawatan jangka panjang.

Kualitas hidup di usia senja sangat dipengaruhi oleh kebijakan publik yang diterapkan, terlepas dari pergeseran demografi. Kesehatan optimal pada usia lanjut bergantung pada faktor lingkungan pendukung, termasuk ketersediaan perumahan layak, aksesibilitas transportasi, dan penerapan kebiasaan sehat seperti diet seimbang dan aktivitas fisik. Upaya internasional, termasuk forum yang membahas peran kecerdasan buatan dan bioteknologi, bertujuan mengoordinasikan aksi global guna mengubah tahun-tahun tambahan usia menjadi kehidupan yang bermakna hingga tahun 2030.

Di Indonesia, negara yang telah memasuki era penduduk tua sejak 2021, angka harapan hidup meningkat, namun disparitas pemanfaatan layanan kesehatan lansia masih menjadi isu. Data Susenas Maret 2024 menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima lansia di Indonesia masih hidup tanpa perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang menggarisbawahi kerentanan finansial di usia senja. Upaya untuk mengatasi ketidaksetaraan ini memerlukan intervensi multisektor yang berfokus pada faktor penentu sosial kesehatan, guna memastikan penambahan tahun hidup benar-benar berarti penambahan kualitas hidup.

1 Tampilan

Sumber-sumber

  • Público.es

  • CENIE

  • OMS

  • Diario Público

  • OMS

  • Infobae

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.