Uji Klinis Tahap Awal Terapi Pemrograman Seluler Parsial untuk Membalikkan Penuaan Dimulai Awal 2026
Diedit oleh: Olga Samsonova
Penelitian yang berfokus pada pemrograman seluler parsial, dengan tujuan membalikkan proses penuaan biologis, akan memasuki fase uji klinis perdana pada manusia yang dijadwalkan untuk awal tahun 2026. Pendekatan ini berupaya mengatasi penuaan pada tingkat seluler, yang secara ilmiah dikaitkan dengan perubahan epigenetik yang dikenal sebagai 'penyimpangan epigenetik' atau 'epigenetic drift', yakni divergensi dari konfigurasi epigenomik sel muda seiring waktu.
Teknik ini secara selektif memanfaatkan tiga dari empat faktor Yamanaka—Oct4, Sox2, dan Klf4, disingkat OSK—untuk meremajakan sel tanpa sepenuhnya menghapus identitas fungsionalnya. Penghapusan faktor c-Myc dari kombinasi asli (OSKM) bertujuan untuk memitigasi risiko onkogenik yang terkait dengan pemrograman ulang penuh, yang dapat menyebabkan sel kehilangan identitas dan menjadi sel punca pluripoten. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa ekspresi OSK yang bersifat sementara dapat membalikkan penanda usia epigenetik, bahkan pada keratinosit manusia, dengan mengembalikan jaringan genetik ke keadaan yang lebih muda.
Life Biosciences memimpin upaya klinis ini dengan terapi kandidat mereka, ER-100, yang telah menerima otorisasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk memulai studi klinis perdana pada manusia pada tanggal 15 Januari 2026. Terapi ini awalnya akan menargetkan kondisi mata terkait usia, khususnya glaukoma sudut terbuka (OAG) dan Neuropati Optik Iskemik Anterior Non-Arteritik (NAION), dengan tujuan memulihkan sel ganglion retina yang rusak. Pendekatan ini secara fundamental menargetkan kesehatan sel ganglion retina, bukan faktor hilir seperti tekanan intraokular, yang seringkali terus memburuk meskipun dengan manajemen standar perawatan.
Pengiriman faktor OSK dalam terapi ER-100 dilakukan secara langsung ke mata melalui vektor virus yang dimodifikasi, sebuah bentuk pengiriman lokal untuk menghindari paparan sistemik. Untuk manajemen keamanan yang presisi dan memastikan ekspresi yang bersifat sementara, aktivasi terapi dikendalikan oleh antibiotik doksisiklin. Sistem kontrol berbasis doksisiklin, yang merupakan bagian dari sistem Tet-On, memungkinkan para peneliti untuk mengaktifkan atau menonaktifkan ekspresi gen secara tepat waktu, sebuah fitur keamanan penting dalam uji coba klinis pertama pada manusia ini.
Jika keberhasilan dapat dibuktikan dalam uji coba Fase 1 ini, yang akan mengevaluasi keamanan dan tolerabilitas, metode peremajaan terkontrol ini memiliki potensi luas untuk mengobati penuaan di berbagai organ utama. Keberhasilan ER-100 dalam memulihkan fungsi seluler di mata dapat membuka jalan bagi platform pemrograman epigenetik parsial untuk mengatasi penyakit terkait usia lainnya, seperti yang telah ditunjukkan dalam studi praklinis pada penyakit hati seperti MASH (steatohepatitis terkait disfungsi metabolik). Studi ini akan memantau peserta hingga lima tahun untuk memantau hasil kesehatan dan penglihatan jangka panjang.
4 Tampilan
Sumber-sumber
عصر ايران،سايت تحليلي خبري ايرانيان سراسر جهان www.asriran.com
The News International
Reddit
Futuro Prossimo
Fight Aging!
Rejuvenate Bio
PMC
Lifespan Research Institute
EurekAlert!
ResearchGate
PubMed
Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



