Pakar Longevitas Soroti Risiko Kesehatan Akibat Ponsel di Dekat Ranjang

Diedit oleh: Olga Samsonova

Pakar longevitas pada tahun 2026 telah menyampaikan peringatan mengenai kebiasaan menempatkan telepon seluler terlalu dekat dengan area tidur, menekankan bahwa praktik ini secara signifikan mengganggu kualitas istirahat restoratif dan berpotensi memengaruhi kesehatan otak. Akar permasalahan ini terletak pada emisi cahaya biru dari perangkat, yang secara aktif menekan produksi melatonin, hormon krusial yang mengatur transisi tubuh menuju tidur nyenyak. Penghambatan produksi melatonin ini terbukti terjadi meskipun perangkat berada dalam mode pesawat atau memancarkan tingkat radiasi yang dianggap rendah.

Paparan stimulus dari ponsel pada malam hari terbukti mengubah pola gelombang otak, sebuah kondisi yang mencegah tercapainya fase tidur dalam yang esensial, sehingga menurunkan mutu istirahat secara keseluruhan. Penelitian dari Swedia, Amerika Serikat, serta studi di Arab Saudi tahun 2020 menunjukkan bahwa individu yang terpapar radiasi ponsel secara intensif membutuhkan waktu lebih lama untuk memasuki fase tidur yang lebih dalam. Selain itu, studi dari Universitas Monash, Australia, mengindikasikan bahwa paparan cahaya biru dari gawai dapat menurunkan kadar melatonin hingga 23 persen.

Longevitas ahli Diego Suárez secara tegas merekomendasikan agar perangkat ponsel diletakkan minimal dua meter dari tepi tempat tidur. Ia berargumen bahwa otak manusia memerlukan kondisi kegelapan total dan ketiadaan radiasi untuk memulai proses perbaikan vital yang terjadi setiap malam. Gangguan pada regenerasi otak menjadi signifikan ketika kadar melatonin mengalami penurunan, dan kebiasaan tidur yang buruk, yang sering dipicu oleh penggunaan perangkat, berdampak negatif terhadap upaya menjaga kesehatan jangka panjang.

Paparan cahaya biru di waktu yang salah juga mengganggu ritme sirkadian, jam internal tubuh yang mengatur siklus bangun-tidur, dengan mengirimkan sinyal ke otak seolah-olah hari masih terang, menunda produksi melatonin, dan berpotensi meningkatkan risiko insomnia. Kebiasaan bermain ponsel terlalu lama sebelum tidur, seperti yang dialami oleh mahasiswa kedokteran dengan intensitas penggunaan tinggi, juga meningkatkan risiko kelelahan mata atau digital eye strain, yang gejalanya meliputi mata kering dan penglihatan kabur.

Untuk mengatasi masalah ini, para ahli menyarankan penggantian fungsi alarm ponsel dengan jam weker tradisional yang dilengkapi fitur pencahayaan alami. Pembatasan penggunaan gawai setidaknya 30 menit sebelum waktu tidur adalah langkah pencegahan yang disarankan, bersamaan dengan pemanfaatan fitur mode malam atau filter cahaya biru. Sebagai konteks, beberapa laporan di Eropa, termasuk insiden kebakaran rumah di Irlandia pada tahun 2016, menyoroti risiko tambahan dari mengisi daya baterai ponsel di atas kasur, yang dapat menyebabkan korsleting dan kebakaran. Memindahkan ponsel keluar kamar atau menjauhkannya minimal satu meter dari tubuh dapat meningkatkan kualitas tidur dan mendukung upaya peningkatan longevitas secara holistik, menjadikan area tidur zona bebas gawai.

11 Tampilan

Sumber-sumber

  • HERALDO

  • C5N

  • AS.com

  • Heraldo de Aragón

  • Información

  • National Geographic

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.