Studi Ungkap Akselerasi Usia Epigenetik Astronot Dapat Dipulihkan Pasca Penerbangan Antariksa
Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17
Sebuah analisis mendalam terhadap sampel darah dari kru misi Axiom 2 mengungkapkan dampak signifikan dari stres lingkungan luar angkasa pada penanda molekuler penuaan biologis manusia. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Aging Cell pada awal tahun 2026 ini memposisikan penerbangan antariksa sebagai model unik untuk mengkaji ketahanan seluler dan biologi penuaan. Misi Axiom 2, yang diluncurkan pada 21 Mei 2023 menggunakan roket SpaceX Falcon 9, membawa empat anggota kru untuk melaksanakan serangkaian eksperimen biomedis di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Ruang angkasa bisa menjadi tempat uji coba untuk membalik penuaan.
Temuan inti studi tersebut menunjukkan adanya percepatan usia epigenetik rata-rata sebesar 1,91 tahun pada hari ketujuh penerbangan bagi keempat anggota kru Axiom 2. Percepatan ini merupakan respons penuaan molekuler cepat yang dipicu oleh paparan lingkungan ekstrem antariksa, yang menghadirkan kombinasi stresor seperti gravitasi mikro, radiasi pengion, gangguan ritme sirkadian, dan isolasi sosial.
Para peneliti dari Buck Institute for Research on Aging, bekerja sama dengan Weill Cornell Medicine di New York dan King Faisal Specialist Hospital and Research Centre di Jeddah, Arab Saudi, mengembangkan metrik baru yang disebut Epigenetic Age Acceleration (EAA) untuk mengukur perubahan tersebut. Metrik EAA merupakan kemajuan metodologis yang menggabungkan informasi dari 32 jam penuaan berbasis metilasi DNA, sebuah pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan jam generasi pertama yang hanya menggunakan 353 penanda CpG.
Hasil analisis menunjukkan bahwa percepatan usia epigenetik ini sebagian besar dapat dipulihkan setelah para astronot kembali ke Bumi; astronot yang lebih tua kembali ke usia pra-penerbangan, sementara yang lebih muda bahkan menunjukkan usia biologis di bawah tingkat awal mereka. Perubahan signifikan terdeteksi dalam komposisi sel kekebalan tubuh, di mana perubahan pada sel T regulator dan sel T CD4 naif menyumbang sebagian besar percepatan yang teramati selama misi. Meskipun demikian, setelah model disesuaikan untuk memperhitungkan perubahan komposisi sel imun, beberapa prediktor usia kronologis masih mengindikasikan jejak penuaan yang dipercepat, menyiratkan adanya perubahan epigenetik yang melampaui sekadar redistribusi sel peredaran darah.
Penemuan ini mengarah pada hipotesis bahwa fisiologi manusia mungkin memiliki mekanisme peremajaan intrinsik yang mampu melawan efek akselerasi penuaan akibat tekanan terkait luar angkasa. Dr. David Furman, penulis senior dari Buck Institute for Research on Aging, menyoroti implikasi luas dari temuan ini, menunjukkan bahwa penerbangan antariksa dapat berfungsi sebagai platform untuk menguji intervensi geroprotektif. Misi Axiom 2, yang dipimpin oleh Komandan Peggy Whitson dan melibatkan spesialis misi Ali Alqarni serta Rayyanah Barnawi dari Arab Saudi, merupakan langkah penting dalam eksplorasi luar angkasa komersial yang dipelopori oleh Axiom Space. Studi ini membuka jalan bagi penelitian yang lebih terarah pada jalur penuaan non-imunologis yang dipengaruhi oleh paparan luar angkasa.
14 Tampilan
Sumber-sumber
SpaceDaily
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Space Daily
Vertex AI Search
EurekAlert!
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
