Serat Makanan Diproyeksikan Sebagai Tren Nutrisi Utama, Menantang Dominasi Protein
Diedit oleh: Olga Samsonova
Analis industri menyoroti pergeseran signifikan dalam lanskap nutrisi, memosisikan asupan serat sebagai "nutrisi bintang" berikutnya yang berpotensi menggantikan fokus dominan pada protein. Perubahan paradigma ini didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen, terutama di kalangan Generasi Z, yang memicu tren viral "fibermaxxing" di platform digital dengan penekanan eksplisit pada kesehatan sistem pencernaan. Data dari firma riset menunjukkan bahwa 52% konsumen menyatakan ketertarikan untuk mencoba praktik fibermaxxing, sementara 42% menganggap label "tinggi serat" sebagai indikator utama makanan sehat. Fenomena ini secara langsung memengaruhi strategi manufaktur makanan dan ritel global.
Raksasa industri makanan telah merespons tren ini dengan antusiasme yang terukur. CEO PepsiCo, Ramon Laguarta, secara tegas menyatakan bahwa serat akan menjadi "protein berikutnya," menggarisbawahi bahwa serat merupakan komponen yang sangat kurang dalam pola makan rata-rata konsumen modern. PepsiCo telah mengambil langkah konkret dengan meluncurkan produk seperti "Pepsi Prebiotic Cola" yang diperkaya dengan serat tambahan, dan berencana memperluas formulasi kaya serat ke lini produk lain, termasuk keripik SunChips dan Smartfood. Selain itu, CEO McDonald's, Chris Kempczinski, juga memprediksi bahwa serat akan menjadi tren besar pada tahun ini melalui platform media sosialnya.
Perhatian terhadap serat diperkuat oleh korelasi yang ditemukan dengan mekanisme tubuh alami. Sherry Frey, pakar kesehatan dari NIQ, mengaitkan lonjakan popularitas serat dengan kemampuannya untuk merangsang pelepasan hormon GLP-1 di dalam tubuh secara alami, sebuah mekanisme yang juga terkait dengan obat penurun berat badan tertentu. Di sisi lain, ahli gizi Yasi Ansari dari UCLA Health Santa Monica mencatat bahwa tren fibermaxxing, meskipun merupakan istilah yang sedang tren, berhasil mendorong peningkatan konsumsi makanan kaya serat.
Secara statistik, kesenjangan asupan serat sangat mencolok. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat melaporkan bahwa lebih dari 90% wanita dan 97% pria gagal memenuhi batas asupan serat harian yang direkomendasikan, yang berkisar antara 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria, dengan rata-rata konsumsi harian hanya sekitar 15 gram. Serat makanan, yang merupakan karbohidrat dari sumber nabati yang tidak dapat dicerna atau diserap tubuh, memainkan peran krusial dalam mengikat air di saluran pencernaan untuk melancarkan prosesnya.
Terdapat dua jenis utama serat: serat larut air, yang membentuk zat seperti gel, memperlambat pencernaan, dan memberi makan mikrobioma usus, serta serat tidak larut air, yang membantu pergerakan makanan melalui saluran pencernaan untuk mencegah konstipasi. Menanggapi tren ini, pengecer besar seperti Whole Foods Market memperkirakan peningkatan signifikan dalam penandaan kandungan serat pada label kemasan produk, meliputi kategori seperti pasta, roti, dan batangan energi.
Meskipun demikian, para profesional kesehatan menekankan pentingnya sumber nutrisi. Para ahli menyarankan agar konsumen memprioritaskan perolehan serat dari makanan utuh, seperti buah-buahan dan sayuran segar, daripada hanya mengandalkan opsi olahan yang telah diperkaya untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang paling optimal. Konsumsi serat yang memadai, yang dapat ditemukan dalam makanan seperti gandum, oat, kacang polong, pir, alpukat, dan brokoli, terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kolesterol, mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan kanker usus besar, serta membantu pengelolaan berat badan karena meningkatkan rasa kenyang lebih lama. Dengan demikian, pergeseran fokus industri ini menandai evolusi dalam kesadaran kesehatan publik, di mana pemenuhan kebutuhan serat, yang selama ini terabaikan, kini diakui sebagai pilar penting kesehatan holistik, melengkapi peran yang sebelumnya dipegang teguh oleh protein.
7 Tampilan
Sumber-sumber
economic.bg
WGHN
Tata 1mg Capsules
Bay State Milling
Athletech News
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.