Penampakan Tūī Putih di Bay of Plenty Indikasi Keberhasilan Konservasi

Diedit oleh: Olga Samsonova

Penampakan burung tūī berwarna putih yang menunjukkan kondisi leucism baru-baru ini teramati di Waiotahe, Eastern Bay of Plenty, menarik perhatian publik. Leucism adalah kelainan genetik yang menyebabkan kurangnya deposisi pigmen pada bulu, berbeda dengan albinisme yang melibatkan mata merah muda. Para peneliti telah mengonfirmasi keberadaan setidaknya tiga individu tūī leucistic di wilayah tersebut, yang dipandang sebagai indikator positif keberhasilan upaya perlindungan genetik lokal.

Pengamat, termasuk Nathan Pye, melaporkan bahwa burung langka tersebut telah berada di lingkungannya selama sekitar satu bulan terakhir. Kemunculan tūī ini dilihat sebagai pertanda baik bagi upaya konservasi yang dilaksanakan oleh Ōhiwa Headland Sanctuary Trust. Sejak didirikan pada Agustus 2016, perwalian ini telah melakukan penangkapan hama intensif di lahan seluas 1900 hektar, yang mencakup area hutan pesisir tujuh kilometer di sebelah barat Ōpōtiki.

Upaya pengendalian hama yang berkelanjutan, yang menargetkan tikus, musang, dan possum, telah menghasilkan pemulihan ekologis yang signifikan. Sebagai hasil langsung dari pengurangan predator tersebut, spesies asli lainnya telah kembali ke daratan utama suaka margasatwa, termasuk burung bellbird, penguin biru kecil, dan elang. Pemulihan flora juga terlihat, dengan pohon-pohon kanopi seperti kohekohe (Dysoxylum spectabile) mulai menunjukkan fenomena kauliflori—pembungaan langsung dari batang dan cabang—yang menyediakan sumber nektar vital bagi pemakan nektar seperti tūī dan bellbird.

Pemulihan ekologi ini didukung oleh kolaborasi antara upaya masyarakat dan mitra Iwi setempat, termasuk Whakatāhea dan Te Ūpokorehe, serta dukungan substansial dari Pemerintah, Departemen Konservasi (DoC), dan dewan regional. Program Jobs for Nature, yang berlangsung dari tahun 2021 hingga 2024, memfasilitasi perluasan zona penyangga pengendalian hama seluas tambahan 1100 hektar. Melalui program ini, sebanyak 3097 possum berhasil disingkirkan dari area operasional, menurunkan populasi possum secara drastis di banyak bagian daratan utama.

Keberhasilan pengendalian hama ini ditandai dengan kembalinya burung laut seperti penguin biru kecil dan petrel berwajah abu-abu ke daratan utama, yang sebelumnya jarang terlihat sebelum pendirian perwalian pada tahun 2016. Andrew Glaser, Ketua Ōhiwa Headland Sanctuary Trust, menyatakan bahwa kehadiran burung leucistic ini merupakan 'tohu pai' atau pertanda baik, yang mengindikasikan bahwa genetika burung tersebut terlindungi dalam program penangkapan hama yang ada. Upaya kolektif ini, yang juga mencakup penanaman lebih dari 1150 pohon asli dalam dua tahun terakhir melalui dukungan Trees That Count, menegaskan bahwa perlindungan habitat dan pengendalian predator adalah pilar utama bagi kembalinya keanekaragaman hayati.

Sumber-sumber

  • NewstalkZB

  • NZ Herald

  • NZ Herald

  • NZ Herald

  • SunLive

  • Trees That Count

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.