Ilmu di Balik Ketertarikan Kucing Domestik pada Kotak Kardus
Diedit oleh: Olga Samsonova
Ketertarikan berkelanjutan kucing domestik terhadap kotak kardus mencerminkan perpaduan mekanisme evolusioner dan kebutuhan praktis yang tertanam dalam perilaku mereka. Fenomena ini menarik perhatian ilmuwan karena menggabungkan naluri bertahan hidup purba dengan tuntutan kenyamanan modern. Bagi pemilik, kotak mungkin tampak sebagai sampah rumah tangga, namun bagi kucing, kardus berfungsi sebagai tempat perlindungan penting yang memberikan rasa kendali, kehangatan termal, dan keunggulan strategis untuk pengawasan lingkungan sekitar.
Kucing domestik adalah keturunan kucing liar kecil yang secara historis menempati posisi ganda sebagai predator sekaligus potensi mangsa. Kondisi dualistik ini menjelaskan preferensi mereka terhadap ruang terbatas dengan hanya satu bukaan yang dapat diamati. Ruang tertutup semacam ini secara drastis mengurangi sudut pandang yang harus mereka pantau, membatasi potensi ancaman hanya pada satu arah depan, sehingga memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap rangsangan tak terduga. Pakar perilaku hewan, Gabriella Smith dari University of Veterinary Medicine di Wina, menyatakan bahwa perilaku ini berasal dari hasrat hewani sederhana untuk kenyamanan, di mana tekanan dari samping sangat menenangkan bagi mereka.
Bukti ilmiah mendukung hipotesis ini, terutama melalui studi kunci yang dilakukan pada tahun 2014 oleh para peneliti di Universitas Utrecht, Belanda. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Animal Behaviour Science tersebut menunjukkan bahwa kucing yang disediakan kotak di penampungan hewan beradaptasi jauh lebih cepat dan menunjukkan perilaku yang secara signifikan lebih rileks pada hari ketiga dibandingkan kelompok tanpa kotak. Studi ini mengukur tingkat stres menggunakan Cat-Stress-Score (CSS) non-invasif, yang menilai postur, perilaku vokal, dan tingkat aktivitas. Temuan ini menggarisbawahi nilai terapeutik kotak sebagai 'gua' yang dapat meredam kebisingan dan gerakan eksternal yang dirasakan, sehingga mempercepat pemulihan stres pada kucing baru.
Selain berfungsi sebagai peredam kecemasan, kotak kardus secara aktif mendukung insting berburu kucing sebagai predator penyergap. Bersembunyi memungkinkan mereka mengamati tanpa terlihat dan memilih momen optimal untuk berinteraksi atau melancarkan serangan. Strategi pengawasan tersembunyi ini tetap aktif dalam lingkungan rumah tangga, memungkinkan kucing memantau pergerakan manusia atau hewan peliharaan lain dari posisi aman. Pakar perilaku hewan, Sarah Hodgson, menekankan bahwa sebagai pemburu dan penyergap, kucing lebih memilih mengamati dunia luar dari lokasi yang terpisah dan aman seperti kardus, untuk menguntit mangsa atau menghindari predator potensial.
Lebih lanjut, tekstur kardus itu sendiri sangat penting; material ini merupakan isolator termal yang sangat baik, membantu kucing mempertahankan panas tubuh yang secara naluriah mereka cari. Kardus juga memfasilitasi kebutuhan fisik dan naluriah lainnya. Tekstur materialnya menawarkan permukaan yang nyaman yang juga dapat berfungsi sebagai alat penggaruk, memungkinkan hewan melepaskan ketegangan yang terakumulasi melalui aktivitas menggigit atau mencabik material tersebut. Dokter hewan Michelle Burch menambahkan bahwa banyak kucing menyukai tekstur kardus untuk aktivitas menggaruk, yang merupakan bagian dari perilaku predator dan pelepasan stres.
Meskipun kotak kardus sangat bermanfaat untuk mengurangi stres perilaku, penelitian Utrecht tahun 2014 juga mencatat bahwa kotak tersebut tidak secara signifikan memengaruhi penurunan berat badan yang dialami kucing baru di karantina. Kecintaan pada kotak ini melampaui struktur tiga dimensi; dalam sebuah eksperimen sains warga pada tahun 2021, para peneliti mengeksplorasi apakah kucing akan duduk dalam kontur Kanizsa, sebuah persegi panjang dua dimensi yang dibentuk oleh sudut-sudut di lantai, yang menguji persepsi perbatasan visual mereka. Secara keseluruhan, preferensi kucing terhadap kardus adalah respons multifaset yang berakar pada kebutuhan termoregulasi, keamanan psikologis melalui pembatasan visual, dan pemenuhan naluri berburu. Lingkungan yang terbatas memberikan rasa kendali yang sangat dihargai oleh hewan yang secara evolusioner terbiasa waspada terhadap lingkungan yang luas dan penuh ancaman.
3 Tampilan
Sumber-sumber
La 100
La Razón
Rádio Itatiaia
The Times of India
Estadão
OkDiario
OkDiario
Redbarn
Utrecht University
Utrecht University
Hepper Pet Resources
Utrecht University
Oreate AI Blog
Infobae
Ask A Vet
Rádio Itatiaia
Correio do Povo
Ocimar
Revista USE
Rádio Itatiaia
The Times of India
The Times of India
The Times of India
Humane World for Animals
The New Indian Express
Estadão
GOV.BR
Unifor
FMVZ-USP
FMVZ-USP
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



