Rekayasa Genetik Hasilkan Babi Kebal CSF, Buka Jalan Baru bagi Ketahanan Peternakan

Diedit oleh: Olga Samsonova

Para ilmuwan di Roslin Institute, yang merupakan bagian dari Universitas Edinburgh, telah mengumumkan terobosan signifikan dalam kesehatan ternak global. Mereka berhasil merekayasa babi yang menunjukkan ketahanan total terhadap Demam Babi Klasik (CSF), sebuah penyakit menular yang secara historis menyebabkan kerugian besar pada populasi babi di seluruh dunia. Inovasi ini membuka prospek baru dalam memanfaatkan teknologi penyuntingan genetik untuk meningkatkan keberlanjutan dan ketahanan sektor peternakan.

Inti dari terobosan ini adalah modifikasi presisi pada protein vital yang dibutuhkan oleh virus CSF untuk bereplikasi di dalam tubuh inang. Dalam uji coba yang dilakukan, babi yang telah dimodifikasi secara genetik menunjukkan kekebalan mutlak ketika terpapar patogen tersebut. Sebaliknya, babi yang tidak mengalami modifikasi menunjukkan gejala infeksi. Yang terpenting, babi yang tahan ini tetap sehat tanpa menunjukkan efek samping yang merugikan setelah paparan virus.

Ancaman CSF, yang juga dikenal sebagai kolera babi atau Pestivirus C, terhadap industri peternakan babi sangat nyata, terutama di kawasan Asia dan Amerika Latin. Sebagai ilustrasi dampak ekonominya, kerugian tahunan akibat mortalitas dan dampak lain dari infeksi CSF di El Salvador, Guatemala, Honduras, dan Nikaragua saja pada tahun 1998 diperkirakan mencapai 20 juta Dolar AS, yang sangat memukul populasi pedesaan yang rentan. Penghapusan penyakit ini dianggap sebagai keharusan strategis untuk mendorong peningkatan produksi dan perdagangan internasional.

Pengembangan strategi pencegahan penyakit yang menjanjikan ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada biaya besar yang terkait dengan program vaksinasi massal dan pemusnahan ternak terinfeksi. Sebagai perbandingan historis, wabah CSF di Belanda antara tahun 1997 dan 1998 mengakibatkan total biaya mencapai 2,3 miliar Dolar AS dengan pemusnahan 10 juta babi. Kemampuan untuk secara proaktif menghilangkan risiko penyakit ini dari sumbernya, melalui rekayasa genetik, mencerminkan langkah maju dalam mengelola ketidakpastian industri peternakan.

Pendekatan inovatif ini memungkinkan para peternak, baik skala keluarga maupun industri, untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas dan pemenuhan kebutuhan protein hewani global yang diproyeksikan akan terus meningkat dalam dua dekade mendatang. Dengan mengubah kerentanan biologis melalui inovasi yang bertanggung jawab, tercipta stabilitas dan kemakmuran yang lebih kokoh bagi seluruh rantai pasok.

Sumber-sumber

  • Newser

  • Pigs developed to be resistant to deadly virus

  • Gene-edited pigs produced at the Roslin Institute show signs of resistance to major viral disease

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.