Papua Nugini Tetap Jadi Negara Paling Beragam Bahasa di Dunia

Diedit oleh: Vera Mo

Papua Nugini (PNG) secara konsisten mempertahankan statusnya sebagai negara dengan keragaman bahasa tertinggi di dunia, dengan estimasi terkini pada tahun 2026 menunjukkan angka antara 839 hingga 843 bahasa yang masih aktif digunakan. Angka ini secara signifikan melampaui total bahasa yang dituturkan di seluruh benua Eropa dan Amerika Utara, sebuah anomali mengingat populasi negara kepulauan tersebut diperkirakan sekitar 10 juta penduduk pada tahun 2025.

Data dari Ethnologue menempatkan PNG di posisi teratas, diikuti oleh Indonesia dengan perkiraan 703 hingga 721 bahasa hidup, dan Nigeria di urutan ketiga dengan sekitar 530 hingga 538 bahasa. Kekayaan linguistik PNG berakar pada kondisi geografisnya yang menantang, yang didominasi oleh pegunungan terjal, lembah terpencil, dan hutan tropis lebat. Isolasi alamiah selama ribuan tahun memecah belah komunitas, memfasilitasi munculnya dan pelestarian sejumlah besar bahasa unik, di mana setiap bahasa terikat erat dengan identitas lokal penuturnya.

Dalam ranah administrasi dan pendidikan formal, warga negara umumnya menggunakan empat bahasa resmi: Tok Pisin, sebuah kreol berbasis Inggris yang berfungsi sebagai lingua franca utama; Bahasa Inggris standar; Hiri Motu, variasi bahasa Motu yang disederhanakan; serta Bahasa Isyarat Papua Nugini, yang diakui secara resmi pada Mei 2015. Tok Pisin sendiri berevolusi dari kontak perdagangan antara pelaut Eropa, kolonis Inggris dan Jerman, serta pekerja migran sejak pertengahan abad ke-19, menyerap kosakata dari berbagai sumber.

Meskipun mempertahankan keunggulan global ini, para ahli bahasa menyuarakan kekhawatiran mengenai kerapuhan keragaman linguistik tersebut. Peningkatan penggunaan bahasa dominan seperti Tok Pisin dan Inggris, bersamaan dengan laju urbanisasi dan perubahan struktur kekerabatan, secara signifikan mengancam kepunahan beberapa bahasa dengan jumlah penutur terkecil. Bahasa-bahasa lokal ini merupakan cerminan otentik dari tradisi dan narasi lisan komunitas, sehingga upaya pelestarian kolaboratif yang berkelanjutan menjadi krusial untuk menjaga warisan budaya tersebut.

2 Tampilan

Sumber-sumber

  • Stiri pe surse

  • FamilySearch

  • Wikipedia

  • Current Affairs

  • Stiripesurse

  • Cracked.com

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.