NASA Menunda Peluncuran Artemis II ke Maret 2026 Pasca Uji Coba Teknis

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

NASA gagal meluncurkan Artemis II sesuai jadwal; jendela peluncuran paling awal untuk misi berawak ke Bulan telah bergeser dari February ke March.

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, secara resmi mengumumkan penyesuaian jadwal peluncuran misi berawak Artemis II, memundurkan jendela waktu peluncuran paling awal menjadi Maret 2026. Keputusan ini menyusul selesainya uji coba dua hari yang dikenal sebagai Gladi Bersih Basah (Wet Dress Rehearsal/WDR) untuk roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) dan wahana antariksa Orion.

Roket SLS, NASAAdmin Jared Isaacman mengonfirmasi bahwa misi Artemis 2 akan ditunda setidaknya hingga Maret

WDR, yang dimulai pada 31 Januari 2026 pukul 20.13 EST dan berakhir pada Selasa pagi, 3 Februari 2026, di Launch Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida, berhasil dalam pengisian propelan kriogenik. Namun, prosedur tersebut harus dihentikan secara otomatis pada hitungan mundur T-5:15 menit karena terdeteksi lonjakan laju kebocoran hidrogen cair. Meskipun tim teknis sempat menghentikan pengisian LH2 ke tahap inti roket sebanyak dua kali akibat kebocoran, gangguan tersebut berhasil diatasi, menyelesaikan pengisian tangki dan menunjukkan pelajaran berharga dari misi Artemis I.

Prosedur WDR yang krusial ini bertujuan mempraktikkan linimasa pengisian bahan bakar dan mengidentifikasi potensi masalah sebelum penerbangan sesungguhnya. Detail kejadian menunjukkan bahwa semua tangki di tahap inti dan Tahap Dorong Kriogenik Sementara (ICPS) berhasil diisi, namun protokol keselamatan memicu penghentian otomatis karena kebocoran hidrogen cair pada antarmuka selang umbilikal layanan ekor. Keputusan untuk menunda peluncuran dari target awal Februari 2026 memberikan waktu yang diperlukan NASA untuk menganalisis data ekstensif dan memitigasi masalah yang muncul, termasuk isu katup yang memerlukan pengetatan ulang pada sistem penekanan pintu masuk wahana Orion, serta gangguan komunikasi audio yang berulang.

Kru Artemis II, yang terdiri dari Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Spesialis Misi Christina Koch dari NASA, dan Spesialis Misi astronot CSA Jeremy Hansen, akan mengalami penyesuaian jadwal karantina mereka. Hansen, warga Kanada dan calon astronaut non-Amerika pertama yang melakukan perjalanan melampaui orbit Bumi rendah, akan keluar dari karantina di Houston dan masuk kembali sekitar dua minggu menjelang jendela peluncuran Maret yang baru. Misi Artemis II ini akan menjadi penerbangan berawak pertama yang menjelajahi wilayah Bulan sejak Apollo 17 pada tahun 1972, dengan durasi misi sekitar 10 hari mengelilingi Bulan tanpa mendarat.

Penundaan ini secara langsung memengaruhi linimasa program yang lebih besar, termasuk misi Artemis III yang direncanakan untuk pendaratan di permukaan Bulan, yang sebelumnya ditargetkan pada 2026 dan kini mungkin mundur hingga pertengahan 2027. NASA, melalui Administrator Bill Nelson, menekankan bahwa ruang angkasa menuntut ketelitian, dan penyesuaian jadwal ini didasarkan pada data untuk memastikan keselamatan dan keandalan misi. Keputusan ini mengindikasikan bahwa protokol keselamatan berfungsi sebagaimana mestinya dengan menghentikan hitung mundur secara otomatis, memprioritaskan integritas perangkat keras di atas penyelesaian simulasi jadwal peluncuran.

15 Tampilan

Sumber-sumber

  • NASA

  • Space.com

  • Universe Space Tech

  • NASA

  • Space

  • The Guardian

  • SPACE & DEFENSE

  • Wikipedia

  • BBC Sky at Night Magazine

  • Wikipedia

  • Space.com

  • NASA

  • Spaceflight Now

  • BBC Sky at Night Magazine

  • SPACE & DEFENSE

  • NASA

  • SpaceQ Media Inc.

  • NASA

  • SpaceQ Media Inc.

  • Kennedy Space Center Visitor Complex

  • Cité de l'espace

  • SpacePolicyOnline.com

  • NASA

  • Wikipedia

  • NASA

  • BBC Sky at Night Magazine

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.