Kalender Eksplorasi Antariksa 2026: Misi Kunci Artemis 2, Starship, dan Pendarat Bulan

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

Tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode penting dalam sejarah penjelajahan antariksa, ditandai dengan serangkaian misi pemerintah dan komersial yang padat. Agenda utama mencakup penargetan Bulan, eksplorasi ruang angkasa yang lebih jauh, serta debut sistem peluncuran dan stasiun luar angkasa baru. Fokus utama adalah pada misi berawak NASA dan demonstrasi teknologi krusial oleh sektor swasta.

Misi Artemis 2 NASA saat ini menjadwalkan peluncuran paling cepat pada 5 Februari 2026, dengan jendela waktu yang diperpanjang hingga April 2026. Penerbangan bersejarah ini akan membawa empat astronot dalam perjalanan pulang-pergi Bulan yang diperkirakan memakan waktu sekitar 10 hari, menggunakan wahana Orion. Misi ini merupakan penerbangan berawak pertama umat manusia melampaui orbit Bumi rendah sejak Apollo 17 pada Desember 1972, bertujuan menguji sistem pendukung kehidupan di ruang angkasa yang dalam. Awak misi ini meliputi Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, serta Spesialis Misi Christina Koch dan Jeremy Hansen, yang menandai partisipasi astronot Kanada pertama dalam misi Bulan.

Sementara itu, SpaceX terus memajukan pengembangan megaroket Starship, dengan target utama pada tahun 2026 adalah keberhasilan penerbangan perdana ke orbit Bumi. Demonstrasi penting yang harus dicapai adalah transfer propelan kriogenik di orbit, sebuah prasyarat mutlak untuk misi Mars di masa depan dan arsitektur pendaratan Bulan Artemis. Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, menyatakan optimisme untuk berhasil melakukan pengisian bahan bakar orbital pada tahun 2026, sebuah operasi yang sangat kompleks yang melibatkan pendaratan dua Starship untuk transfer antara 100 hingga 200 ton metana cair dan oksigen. Fokus pengembangan Starship V3 akan mencakup tangki propelan yang diregangkan, pelindung panas yang diperkuat, dan sistem pendorong baru untuk mengatasi tantangan masuk kembali ke atmosfer.

Blue Origin merencanakan demonstrasi nirawak untuk pendarat bulan Blue Moon Mark 1 (MK1) pada awal 2026, diluncurkan menggunakan roket New Glenn. Pendarat MK1 menargetkan zona dekat Kawah Shackleton di kutub selatan Bulan untuk menguji teknologi pendaratan presisi dengan akurasi dalam jarak 100 meter. Muatan penting yang dibawa adalah instrumen SCALPSS dari NASA, yang terdiri dari empat kamera, dirancang untuk mempelajari interaksi antara semburan mesin BE-7 dengan permukaan Bulan, data yang krusial untuk mendukung misi pendaratan berawak Artemis di masa depan.

Di ranah komersial, Vast menjadwalkan peluncuran Haven-1, yang diklaim sebagai stasiun luar angkasa komersial mandiri pertama di dunia, paling cepat pada Mei 2026 menggunakan roket SpaceX Falcon 9. Stasiun modul tunggal ini dirancang untuk mendukung misi berawak berdurasi hingga 30 hari bagi empat astronot, berpotensi menjadi alternatif modular untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang akan pensiun sekitar tahun 2030. Stasiun ini akan dilengkapi dengan terminal laser Starlink untuk konektivitas pita lebar berlatensi rendah. Sementara itu, Boeing menargetkan misi Starliner-1 sebagai penerbangan kargo nirawak paling cepat pada April 2026, yang bertujuan memvalidasi peningkatan wahana setelah masalah pada uji coba berawak 2024, sebuah langkah penting untuk menyediakan kendaraan awak operasional kedua selain Crew Dragon.

Eksplorasi robotik internasional juga memiliki agenda penting di tahun 2026. Misi Chang'e 7 milik Tiongkok dijadwalkan pada Agustus 2026 untuk melakukan eksplorasi sumber daya di kutub selatan Bulan, melibatkan pengorbit, pendarat, penjelajah rover, dan probe mini yang mampu melompat untuk menyelidiki kawah yang secara permanen teduh guna mencari es air. Selain itu, wahana Tianwen-2 Tiongkok diperkirakan tiba di asteroid dekat Bumi Kamoʻoalewa pada Juli 2026 untuk mempelajari objek tersebut dan mengumpulkan sampel pertama Tiongkok dari asteroid untuk dikembalikan ke Bumi pada akhir 2027.

Di ranah observasi, Teleskop Luar Angkasa Xuntian (CSST) Tiongkok ditargetkan untuk diluncurkan pada akhir 2026, kemungkinan menggunakan roket Long March 5B, yang akan mengorbit bersama stasiun Tiangong untuk memungkinkan perbaikan dan peningkatan di orbit. Sementara itu, Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman NASA, yang menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy, berpeluang diluncurkan paling awal pada Musim Gugur 2026 menuju orbit Matahari-Bumi L2, dengan tujuan utama memetakan energi gelap menggunakan bidang pandang inframerahnya yang panorama.

Eksplorasi antarplanet akan mencakup misi Hera milik European Space Agency (ESA) yang dijadwalkan tiba di sistem asteroid ganda Didymos pada November 2026, satu bulan lebih awal dari rencana awal. Hera akan menyelidiki dampak dari tumbukan DART NASA tahun 2022 pada Dimorphos, bulan asteroid tersebut, untuk memvalidasi metode pertahanan planet. Selain itu, misi BepiColombo hasil kolaborasi ESA dan JAXA akan mencapai orbit Merkurius pada November 2026 setelah peluncuran tahun 2018, di mana dua pengorbit akan memisahkan diri untuk studi komprehensif tentang komposisi dan lingkungan magnetik planet terdekat dengan Matahari tersebut. Roket Lab juga berencana untuk penerbangan perdana roket Neutron yang sebagian dapat digunakan kembali pada pertengahan 2026, sebagai upaya untuk bersaing di pasar angkat berat dengan peluncuran berbiaya rendah dan berkecepatan tinggi.

18 Tampilan

Sumber-sumber

  • Space.com

  • Moon landings, asteroid missions and new telescopes: Here are the top spaceflight moments to look forward to in 2026

  • Calendar of space events 2026 | The Planetary Society

  • 2026 in spaceflight - Wikipedia

  • ESA's Hera targets early arrival at Didymos asteroids - European Space Agency

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.