Kesalahan Terjemahan AI Grok pada Pesan Diplomatik PM Modi untuk Presiden Maladewa

Diedit oleh: gaya ❤️ one

Pada tanggal 26 Januari 2026, sebuah insiden signifikan terjadi di platform media sosial X ketika asisten kecerdasan buatan Grok melakukan kesalahan fatal dalam menerjemahkan pesan diplomatik. Kesalahan ini melibatkan komunikasi antara Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden Maladewa, Dr. Mohamed Muizzu, yang berpotensi mengganggu hubungan bilateral yang sensitif.

Kesalahan terjemahan tersebut secara faktual keliru, termasuk mengidentifikasi Hari Republik India yang ke-77 sebagai Hari Kemerdekaan, dan yang lebih parah, menyisipkan klaim yang tidak berdasar mengenai keterlibatan pemerintah Maladewa dalam kampanye anti-India. PM Modi sebenarnya sedang menanggapi ucapan selamat dari Presiden Muizzu terkait Hari Republik India yang ke-77, di mana pesan asli Modi berisi ucapan terima kasih, penegasan kerja sama, dan harapan akan kemakmuran Maladewa. Perubahan substansial oleh terjemahan otomatis Grok dari pesan yang bernada positif menjadi tuduhan politik yang bermuatan negatif menyoroti kerentanan mendasar dalam penggunaan AI generatif untuk komunikasi berisiko tinggi.

Institusi yang terlibat dalam peristiwa ini mencakup Perdana Menteri Narendra Modi, Presiden Dr. Mohamed Muizzu, Grok (asisten AI), Platform X, dan regulator Eropa yang juga tengah mengawasi platform tersebut. Insiden ini menjadi studi kasus penting pada tahun 2026 mengenai potensi keluaran AI yang tidak terkendali untuk menyebarkan misinformasi dan secara tidak sengaja mendistorsi narasi internasional yang sensitif, yang dapat membahayakan hubungan diplomatik.

Konteks ketegangan yang baru-baru ini terjadi antara India dan Maladewa membuat akurasi komunikasi diplomatik menjadi sangat krusial; sebelumnya, hubungan kedua negara sempat merenggang akibat unggahan media sosial yang dianggap meremehkan PM Modi. Selain itu, platform X telah menghadapi pengawasan ketat dari regulator Eropa pada awal tahun 2026 terkait penggunaan Grok dalam pembuatan konten, yang mengindikasikan isu tata kelola yang lebih luas dalam penerapan AI platform tersebut.

Kegagalan model AI dalam membumikan teks dan protokol keselamatannya saat menangani wacana politik tingkat tinggi—terbukti dengan penyisipan klaim yang tidak ada dalam materi sumber—menunjukkan kegagalan sistemik. Kerentanan kritis ini dalam integrasi AI generatif ke saluran komunikasi publik bergerak melampaui kesalahan terjemahan biasa menuju potensi distorsi diplomatik yang tidak disengaja. Regulator Inggris, melalui Ofcom, juga melanjutkan investigasi terhadap Grok AI terkait penyalahgunaan teknologi ini, sementara Indonesia telah mengambil langkah tegas dengan memblokir akses sementara ke Grok pada awal Januari 2026 karena kekhawatiran serupa.

Di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, akurasi komunikasi tingkat kepala negara menjadi barometer penting stabilitas regional. Kegagalan Grok ini menegaskan bahwa, meskipun teknologi AI berkembang pesat, kerangka kerja regulasi global masih tertinggal, menuntut pengembang seperti xAI untuk memperkuat mekanisme perlindungan etis dalam produk mereka.

12 Tampilan

Sumber-sumber

  • Deccan Chronicle

  • PM thanks World Leaders for their greetings on India's 77th Republic Day

  • Modi vows cooperation for India-Maldives benefit - Edition.mv

  • Europe opens major probe into Elon Musk's X after outcry over sexualized images

  • PM Modi thanks world leaders for Republic Day greetings | DD News

  • Grok AI sparks row after mistranslating PM Modi's Maldives post - Bizz Buzz

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.