Mahasiswa Gaziantep Kembangkan Parfum Edibel untuk Revitalisasi Kuliner Ottoman

Diedit oleh: Olga Samsonova

Para mahasiswa di Universitas Sains dan Teknologi Islam Gaziantep telah mengembangkan serangkaian parfum edibel, atau dapat dimakan, yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman sensorik hidangan tradisional Ottoman. Inisiatif ini menyatukan ilmu pangan kontemporer dengan warisan kuliner kuno, dengan tujuan membangkitkan kembali memori olfaktori yang terkait dengan resep-resep bersejarah yang kaya.

Total enam formulasi parfum alami telah diciptakan, semuanya dibuat menggunakan ekstrak aromatik murni dan ditujukan untuk diaplikasikan langsung pada makanan saat penyajian akhir. Para pengembang menekankan bahwa teknik yang digunakan sepenuhnya bebas alkohol, merujuk pada metode leluhur yang teruji waktu. Penggunaan ekstrak dari tanaman aromatik semakin diakui dalam industri makanan sebagai alternatif alami yang aman dibandingkan dengan pengawet kimia sintetis, karena senyawa fenolik dan minyak esensial di dalamnya dapat menghambat pertumbuhan mikroba.

Setiap aroma dikurasi secara spesifik untuk berinteraksi secara harmonis dengan kategori makanan tertentu. Sebagai contoh, satu campuran aroma disarankan untuk memperkaya rasa daging merah, sementara formulasi lain ditujukan untuk meningkatkan cita rasa unggas dan ikan. Pendekatan yang ditargetkan ini menunjukkan bahwa aroma dapat berfungsi sebagai komponen integral dalam keseimbangan rasa hidangan, bukan sekadar penyedap tambahan.

Upaya untuk merevitalisasi masakan Ottoman ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih besar di Turki untuk melestarikan warisan kuliner yang membentang selama berabad-abad, dari dapur istana Topkapi hingga masakan regional. Gerakan ini juga terlihat di kota Edirne, di mana proyek yang didukung oleh Badan Pembangunan Thracian telah melatih koki junior dalam masakan kekaisaran Ottoman untuk memajukan pariwisata gastronomi.

Dengan memperkenalkan kembali elemen sensorik yang terlupakan, inovasi dari Universitas Gaziantep ini memberikan dimensi baru pada pelestarian budaya kuliner. Teknik penyajian yang ditingkatkan, yang berfokus pada indra penciuman, menawarkan cara yang canggih untuk menghormati dan memodernisasi tradisi yang telah teruji oleh waktu, memastikan kekayaan rasa dan aroma Ottoman tetap relevan bagi generasi masa kini.

14 Tampilan

Sumber-sumber

  • Yeni Şafak

  • Anadolu Ajansı

  • Haber365

  • Yeni Şafak

  • Hürriyet

  • Milliyet

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.