Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Kembangkan Pisang Lokal Menjadi Dessert Premium Berbadan Hukum
Diedit oleh: Olga Samsonova
Tiga mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) berhasil mentransformasi komoditas pisang lokal menjadi lini produk makanan bernilai jual tinggi melalui kreasi kuliner yang mereka namakan "Bananies." Inisiatif kewirausahaan ini berakar dari mata kuliah Manajemen Pemasaran pada semester ketiga, kemudian dikembangkan lebih lanjut melalui Program Inkubator Bisnis JUARA UTI pada semester keempat. Proses pengembangan produk ini berlangsung terstruktur selama kurang lebih satu tahun, mencakup pematangan konsep, riset pasar, pengembangan produk, pengujian rasa, hingga penguatan aspek legalitas usaha.
Inovasi Bananies berfokus pada diversifikasi olahan pisang yang dirancang untuk memenuhi selera konsumen modern dengan sentuhan premium. Lini produk yang ditawarkan mencakup varian seperti Pisang Crispy, Pisang Nugget, Pisang Roll, Pisang Boom, dan Bolu Pisang. Keunggulan kompetitif utama produk ini terletak pada penggunaan beragam pilihan selai dan topping manis yang diaplikasikan untuk memodernisasi cita rasa tradisional pisang, menjadikannya camilan praktis dengan tekstur renyah yang menarik bagi pasar.
Perjalanan dari proyek akademik menuju entitas bisnis profesional ditandai dengan pencapaian legalitas usaha yang lengkap. Entitas bisnis Bananies, yang didirikan oleh Yolanda Mutiara, Syania Ivanny Efendi, dan Azzahra Ivana Fatih, kini telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk pendaftaran Merek resmi. Kepemilikan NIB, yang diurus melalui Online Single Submission (OSS), berfungsi sebagai identitas pelaku usaha yang mencakup API, TDP, dan SIUP. Pendaftaran HKI menjadi langkah krusial untuk melindungi inovasi dan merek dagang dari penggunaan tidak sah, yang secara signifikan dapat meningkatkan nilai jual produk; sebuah produk tanpa merek dapat bernilai Rp5 ribu, sementara dengan merek dapat mencapai Rp40 ribu.
Pengembangan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh mahasiswa UTI, merupakan bagian dari ekosistem pendukung yang lebih besar di Indonesia. Program inkubator bisnis di kampus berfungsi sebagai landasan peluncuran untuk mengubah ide inovatif menjadi usaha yang sukses dengan menyediakan bimbingan ahli dan sumber daya. Universitas Teknokrat Indonesia telah menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung potensi mahasiswa, terbukti dengan keberhasilan Tim Inkubator Bisnis mereka meraih pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek.
Legalitas dan sertifikasi, termasuk HKI, merupakan instrumen penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat meningkatkan kredibilitas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Meskipun di Provinsi Lampung terdapat tantangan berupa minimnya literasi hukum di kalangan pelaku UMKM mengenai pengurusan legalitas, pendampingan berkelanjutan sangat diperlukan. Dengan mengamankan legalitas seperti NIB dan HKI, Bananies telah memposisikan diri untuk pertumbuhan berkelanjutan, sejalan dengan upaya nasional menargetkan transformasi sektor mikro informal menjadi formal.
9 Tampilan
Sumber-sumber
Tribun Lampung
Kupas Tuntas
WartaLampung.id
Rilis.id Lampung
Tribunlampung.co.id
Universitas Teknokrat Indonesia
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
