Sidang Penting Dimulai: CEO Meta Zuckerberg Bersaksi Atas Tuduhan Desain Platform Picu Kecanduan

Diedit oleh: gaya ❤️ one

Persidangan penting telah dimulai di Pengadilan Tinggi Los Angeles, Amerika Serikat, dengan Meta Platforms dan Google sebagai terdakwa utama dalam gugatan yang menuduh platform mereka, khususnya Instagram dan YouTube, sengaja dirancang untuk memicu ketergantungan pada pengguna muda. Gugatan ini, yang diajukan oleh Social Media Victims Law Center yang berbasis di Seattle, berpusat pada seorang penggugat berusia 20 tahun, diidentifikasi sebagai K.G.M., yang mengklaim mengalami depresi dan ideasi bunuh diri akibat penggunaan platform sejak usia enam tahun di YouTube dan sebelas tahun di Instagram.

Strategi hukum penggugat berfokus pada teori 'kecanduan karena desain', berargumen bahwa fitur-fitur seperti *infinite scrolling* dimaksimalkan untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dengan mengorbankan kesehatan mental kaum muda. CEO Meta, Mark Zuckerberg, dijadwalkan memberikan kesaksian langsung di hadapan juri dalam persidangan yang diperkirakan berlangsung hingga Maret. Kesaksian ini krusial karena persidangan ini berpotensi menetapkan preseden hukum yang akan memengaruhi ribuan tuntutan serupa yang tertunda terhadap perusahaan teknologi besar. Sebelumnya, TikTok Inc. dan Snap Inc. telah menyelesaikan gugatan mereka dengan K.G.M. secara rahasia sebelum persidangan utama ini dimulai.

Pembelaan pihak Meta, yang diwakili oleh pengacaranya Paul Schmidt, cenderung mengalihkan fokus dari desain platform. Pembelaan tersebut menyoroti riwayat pribadi K.G.M., termasuk lingkungan rumah yang sulit dan pengalaman kekerasan verbal maupun fisik, sebagai faktor utama tantangan kesehatan mental yang dihadapi penggugat. Meta, dalam unggahan blog pada Januari, menyatakan bahwa menyalahkan perusahaan media sosial semata atas masalah kesehatan mental remaja adalah penyederhanaan masalah yang kompleks, dan menganggap klaim gugatan tersebut tidak akurat.

Pengacara penggugat, Mark Lanier, membandingkan upaya perusahaan untuk merangsang otak anak-anak agar kecanduan dengan cara kerja kasino, mengklaim perusahaan berupaya menghasilkan triliunan dolar AS melalui ilmu otak manusia, bahkan menyebut desain platform sebagai pembangunan "kuda Troya". Implikasi dari kasus ini meluas jauh melampaui Los Angeles; putusan yang memihak penggugat dapat memaksa perubahan signifikan pada standar desain platform secara global dan memicu penyelesaian hukum bernilai miliaran dolar AS. Tekanan regulasi global sudah terasa, dengan Australia telah melarang akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun sejak Desember 2025, dan negara-negara Eropa juga mempertimbangkan pembatasan serupa.

Kasus ini secara spesifik menantang perlindungan hukum Pasal 230 *Communications Decency Act* 1996, karena penggugat berargumen bahwa masalahnya terletak pada desain algoritma yang mendorong keterlibatan berlebihan, bukan konten yang diunggah oleh pengguna pihak ketiga. Sementara itu, Adam Mosseri, pimpinan Instagram, telah bersaksi dan menolak istilah "kecanduan klinis," lebih memilih frasa "penggunaan problematik" untuk menggambarkan pemakaian ekstrem. Persidangan ini menjadi ujian fundamental bagi pertanggungjawaban moral dan hukum industri teknologi dalam membentuk interaksi digital generasi muda, dengan sorotan tajam pada standar desain platform di seluruh dunia.

2 Tampilan

Sumber-sumber

  • GameReactor

  • Portal 072info

  • The New York Times

  • Associated Press

  • Reuters

  • The Guardian

  • NBC News

  • Daily Journal

  • Associated Press

  • Los Angeles Times

  • Seeking Alpha

  • The Guardian

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.