NASA Memindahkan Roket SLS Artemis II ke Landasan untuk Uji Coba Terbang Lintas Bulan

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

Roket SLS Artemis II milik NASA bergerak menuju Launch Pad 39B di Kennedy Space Center.

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, memulai tahapan penting dalam program eksplorasi Bulan dengan memindahkan roket Space Launch System (SLS) setinggi 322 kaki, yang membawa wahana antariksa Orion, dari Vehicle Assembly Building (VAB) menuju Launch Pad 39B di Kennedy Space Center pada hari Sabtu, 17 Januari 2026. Prosesi yang bergerak perlahan ini, menempuh jarak sekitar empat mil menggunakan crawler-transporter, menandai dimulainya serangkaian pengujian dan gladi resik akhir yang krusial bagi misi Artemis II.

Setelah berbulan-bulan di dalam VAB, di mana roket SLS NASA dirakit dan dipersiapkan untuk peluncuran, roket SLS NASA telah keluar sepenuhnya dan bergulir menuju LC-39B menjelang misi Artemis II berawak ke bulan.

Jendela peluncuran awal untuk misi Artemis II telah ditetapkan paling cepat pada 6 Februari 2026, dengan opsi tambahan tersedia hingga 11 Februari, meskipun penundaan hingga Maret atau April masih mungkin terjadi. Misi ini akan menjadi penerbangan berawak pertama dalam lebih dari lima dekade yang akan melakukan perjalanan di dekat Bulan, sekaligus menjadi misi berawak perdana bagi kapsul Orion dan roket SLS. Penerbangan yang direncanakan berlangsung sekitar sepuluh hari ini akan menggunakan lintasan *free-return* mengelilingi Bulan, sebagai bagian dari kampanye Artemis yang bertujuan membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan sebagai batu loncatan menuju Mars.

Kru yang akan memimpin perjalanan bersejarah ini terdiri dari empat astronot: Komandan NASA Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Spesialis Misi Christina Koch, serta Spesialis Misi Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency (CSA). Komposisi kru ini menyoroti keberagaman, di mana Koch akan menjadi wanita pertama, dan Glover orang kulit berwarna pertama, yang melakukan perjalanan melampaui orbit Bumi rendah, sementara Hansen akan menjadi warga Kanada pertama dalam misi eksplorasi Bulan. Ketua tim manajemen misi Artemis II, John Honeycutt, menekankan bahwa keselamatan awak adalah prioritas utama, menyatakan, "Kami akan terbang saat kami siap".

Pemindahan ke landasan pacu ini sangat penting agar para manajer misi dapat mengevaluasi kondisi pendorong roket sebelum menetapkan tanggal peluncuran resmi, yang akan dilakukan setelah uji coba *wet dress rehearsal* (WDR) pada akhir Januari. WDR akan melibatkan pengisian penuh bahan bakar roket dan menjalankan hitungan mundur hingga tanda T-minus 29 detik tanpa awak di dalamnya. Berdasarkan data dari penerbangan tak berawak Artemis I pada tahun 2022, yang sempat menghadapi isu seperti kebocoran bahan bakar dan ablasi pelindung panas yang tidak terduga, Direktur Peluncuran Artemis, Charlie Blackwell-Thompson, mengonfirmasi bahwa beberapa modifikasi telah diterapkan pada perangkat keras.

Selama misi sepuluh hari tersebut, para astronot akan menguji sistem pendukung kehidupan dan komunikasi Orion, serta mempraktikkan penanganan pesawat ruang angkasa secara manual dengan mendekati dan menjauhi tahap atas yang telah dilepaskan, untuk mensimulasikan manuver penambatan di masa depan. Artemis II merupakan langkah maju yang signifikan, melanjutkan warisan program Apollo yang terakhir kali mengirim manusia ke Bulan pada Apollo 17 tahun 1972. Keberhasilan misi ini akan membuka jalan bagi Artemis III, yang menargetkan pendaratan astronot di dekat kutub selatan Bulan, dengan peluncuran yang ditargetkan pada tahun 2027.

Di tengah persiapan Artemis II, NASA juga menghadapi kompleksitas operasional yang tinggi menyusul kembalinya misi SpaceX Crew-11 lebih awal dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 15 Januari 2026, akibat evakuasi medis yang merupakan yang pertama sejak tahun 2000. Administrator NASA, Jared Isaacman, menekankan prioritas keselamatan kru di atas segalanya. Situasi ini menuntut koordinasi jadwal yang cermat, karena kru pengganti, Crew-12, ditargetkan meluncur paling cepat pada 15 Februari 2026, yang berdekatan dengan jendela peluncuran Artemis II, menggarisbawahi tantangan operasional dalam mengelola beberapa misi berawak secara simultan.

9 Tampilan

Sumber-sumber

  • NBC News

  • European Space Agency (ESA)

  • NASA

  • Space.com

  • NASA

  • Space.com

  • The Guardian

  • Space.com

  • Wikipedia

  • BBC Sky at Night Magazine

  • NASA

  • Live Science

  • The Guardian

  • NASA

  • SpaceflightNow.com

  • Canada.ca

  • Wikipedia

  • BBC Sky at Night Magazine

  • SpacePolicyOnline.com

  • NASA

  • NASA: Artemis II Mission Overview

  • NASA: NASA Announces Artemis II Crew

  • NASA: Countdown to Artemis II Rollout

  • NASA: NASA Successfully Completes Artemis II Wet Dress Rehearsal

  • Wikipedia

  • NASA

  • SpacePolicyOnline.com

  • Artemis II - Wikipedia

  • Artemis 2 mission update: Rollout imminent as NASA prepares first crewed Artemis mission to the moon | Live Science

  • What You Need to Know About NASA's Artemis II Moon Mission

  • What You Need to Know About NASA's Artemis II Moon Mission

  • What You Need to Know About NASA's Artemis II Moon Mission

  • NASA

  • Wikipedia

  • The Guardian

  • Space.com

  • BBC Sky at Night Magazine

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.