Nissan Mengumumkan Restrukturisasi Global, Fokus pada AI dan Pemangkasan Model Hingga 2026

Diedit oleh: Tetiana Pin

Nissan Motor Co. mengumumkan pada 14 April 2026 sebuah restrukturisasi bisnis global yang bertujuan menjadikan perusahaan lebih ramping dan kuat di tengah lanskap otomotif yang kompetitif. Strategi restrukturisasi ini mencakup penyederhanaan portofolio produk secara signifikan, dengan mengurangi jumlah model kendaraan global dari 56 menjadi 45 unit melalui penghentian model yang berkinerja rendah. Langkah efisiensi ini merupakan inisiatif awal CEO Ivan Espinosa untuk memulihkan kinerja perusahaan setelah periode yang ditandai oleh tantangan pasca-kemitraan dengan Renault SA dan kegagalan merger dengan Honda Motor Co.

Inti dari transformasi ini adalah penekanan kuat pada integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem bantuan pengemudi, dengan target jangka panjang untuk menerapkan teknologi AI Drive pada 90% dari jajaran produk Nissan di masa depan. Nissan secara spesifik menargetkan pencapaian kapabilitas otonom end-to-end melalui sistem ProPILOT generasi berikutnya pada akhir tahun fiskal 2027. Teknologi otonom canggih ini akan memanfaatkan perangkat lunak Wayve AI Driver yang dipadukan dengan teknologi Nissan Ground Truth Perception dan LiDAR generasi baru untuk meningkatkan kemampuan penghindaran tabrakan.

Peluncuran perdana teknologi AI mengemudi yang ditingkatkan ini dijadwalkan disematkan pada Nissan Elgrand generasi keempat, sebuah andalan segmen minivan premium, yang dijadwalkan hadir di Jepang pada Musim Panas 2026. Elgrand baru ini akan menjadi model pertama yang mengadopsi sistem e-4ORCE electric all-wheel-drive dan ditenagai oleh e-POWER hybrid powertrain generasi ketiga yang diklaim lebih halus dan efisien. Kehadiran Elgrand ini sekaligus menjadi etalase teknologi otonom terbaru Nissan dalam segmen minivan premium.

Nissan juga menetapkan sasaran penjualan yang spesifik untuk tahun fiskal 2030, menargetkan volume tahunan sebesar 1 juta unit di Amerika Serikat dan 1 juta unit di Tiongkok, sementara pasar domestik Jepang ditargetkan mencapai 550.000 unit. Untuk mendukung ambisi pasar Amerika Utara, perusahaan berkomitmen meningkatkan tingkat produksi lokal di AS menjadi 80%, naik dari sekitar 60% saat ini. Revitalisasi merek mewah Infiniti juga menjadi bagian integral, termasuk peluncuran model baru serta kembalinya SUV body-in-frame Xterra dengan opsi powertrain hibrida V6.

Dalam ranah mobilitas masa depan, Nissan menjalin kemitraan dengan Uber Technologies dan startup AI Inggris, Wayve, untuk meluncurkan program uji coba robotaxi di Tokyo yang diantisipasi terjadi pada akhir tahun 2026. Kolaborasi ini akan menggunakan kendaraan listrik Nissan Leaf yang dilengkapi dengan Wayve AI Driver, menandai kemitraan kendaraan otonom pertama Uber di Jepang dan menunjukkan posisi Nissan sebagai penyedia solusi mobilitas cerdas.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • Blic

  • TopAuto

  • Tech in Asia

  • AUTOBICS

  • Reuters

  • Tech in Asia

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.