Analisis Nutrisi: Daging Kuda Sebagai Alternatif Protein Dibandingkan Daging Sapi
Diedit oleh: Olga Samsonova
Daging kuda kini menarik perhatian di pasar global karena profil nutrisinya yang berbeda secara signifikan dari daging sapi konvensional. Secara historis, di negara-negara seperti Jepang, Prancis, dan Belgia, daging kuda telah dihormati sebagai sumber pangan dengan nilai gizi unggul. Data nutrisi terkini menggarisbawahi keunggulan ini, menunjukkan bahwa daging kuda secara konsisten menawarkan kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan daging sapi, sementara kandungan lemak totalnya cenderung lebih rendah—sebuah karakteristik yang dicari oleh konsumen yang sadar kesehatan.
Salah satu keunggulan nutrisi paling menonjol dari daging kuda adalah kandungan zat besi yang hampir dua kali lipat lebih banyak dan lebih mudah diserap dibandingkan daging sapi, menjadikannya pilihan makanan bermanfaat bagi individu yang menghadapi anemia. Aspek penting lainnya adalah keberadaan asam lemak Omega-3 yang signifikan, yang mendukung kesehatan kardiovaskular, serta kandungan glikogen alami yang berfungsi sebagai sumber energi cepat, komponen yang umumnya kurang menonjol dalam komposisi daging sapi. Analisis menunjukkan bahwa daging kuda dapat memiliki kadar protein antara 17,6 persen hingga 24,5 persen, dengan variasi kandungan lemak yang umumnya rendah.
Perbedaan kuliner dalam pengolahan dan konsumsi daging kuda mencerminkan penerimaan budaya yang beragam di seluruh dunia. Di Jepang, hidangan populer adalah Basashi, irisan tipis daging kuda mentah yang disajikan menyerupai sashimi, yang secara tradisional sangat populer di Prefektur Kumamoto. Sementara itu, di Prancis dan Belgia, sifat daging kuda yang sangat rendah lemak membuatnya sering direkomendasikan dalam konteks pemulihan kesehatan; Equinox, distributor daging kuda di Belgia, mewakili industri yang telah beroperasi lintas generasi di pasar Eropa. Di wilayah lain, tradisi kuliner menunjukkan keunikan tersendiri, seperti dendeng daging kuda yang dikenal sebagai thắng cố di pegunungan barat laut Vietnam.
Meskipun secara historis konsumsi daging kuda pernah dilarang di Jepang dari periode Nara (abad ke-7) hingga Meiji (abad ke-19/20), kini daging kuda diimpor secara signifikan, dengan Kanada menjadi salah satu pemasok utama untuk kebutuhan Basashi. Di Polandia, meskipun konsumsi domestik rendah, sekitar 80 persen hingga 95 persen produksi diekspor, dengan Italia, Prancis, Belgia, Austria, dan Jerman menjadi importir utama yang menyerap 72 persen ekspor negara tersebut. Secara keseluruhan, daging kuda menawarkan landasan ilmiah sebagai alternatif padat nutrisi terhadap daging sapi karena kandungan protein dan zat besinya yang superior serta profil lemak yang lebih sehat.
Namun, penting untuk memastikan keamanan sumber dan metode persiapan, mengingat potensi risiko kontaminasi jika pengolahan tidak memenuhi standar kebersihan yang ketat. Selain itu, para ahli menyarankan kehati-hatian bagi individu yang memiliki riwayat gangguan asam urat karena komposisi nutrisi tertentu dalam daging kuda. Kehadiran daging kuda dalam berbagai tradisi kuliner global, mulai dari Basashi di Jepang hingga sate di Indonesia, menegaskan posisinya sebagai komoditas pangan dengan nilai gizi yang diakui secara internasional.
6 Tampilan
Sumber-sumber
VietNamNet News
An ninh Thủ đô
Tạp chí Khoa học phổ thông - Sống Xanh
Danviet.vn
Bệnh viện Đại học Y Dược TPHCM - Cơ sở 3
PHUNUTODAY
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.