Jahe dan Rempah Lain Tunjukkan Potensi Manfaat dalam Manajemen Diabetes Tipe 2
Diedit oleh: Olga Samsonova
Analisis ilmiah terkini menyoroti jahe sebagai rempah unggulan dalam upaya pengelolaan indikator Diabetes Melitus Tipe 2. Senyawa polifenol yang terkandung dalam jahe, khususnya gingerol, telah terbukti memberikan efek anti-inflamasi yang signifikan sekaligus memperbaiki sensitivitas insulin dalam tubuh. Penelitian klinis yang menguji serbuk jahe pada pasien DM Tipe 2 selama delapan minggu menunjukkan bahwa dosis 3 gram per hari secara signifikan menurunkan indeks glikemik, meskipun dosis 2 gram per hari selama periode yang sama tidak menunjukkan penurunan signifikan pada glukosa darah puasa atau HbA1c.
Lebih lanjut, ekstrak jahe, termasuk spissum dan minyaknya, dilaporkan berinteraksi dengan reseptor serotonin, yang memicu penurunan kadar glukosa sekitar 35% dan peningkatan kadar insulin plasma sekitar 10% dalam sebuah studi. Gingerol, sebagai komponen bioaktif utama, juga berperan dalam meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam sel otot tanpa memerlukan insulin tambahan. Penelitian praklinis pada hewan yang diinduksi diabetes menunjukkan bahwa pemberian jahe segar sebanyak 500 mg/kg berat badan setiap hari selama tujuh minggu efektif menurunkan kadar serum glukosa, kolesterol, dan trigliserida. Untuk aplikasi klinis pada manusia, dosis jahe harian yang menunjukkan efek nyata pada penanda glikemik berkisar antara 600 hingga 3000 mg.
Selain jahe, rempah-rempah lain yang merupakan bagian dari pola makan Mediterania juga menunjukkan kontribusi kolektif dalam pengendalian glikemik. Rempah-rempah tersebut mencakup jintan hitam (habatussauda), kayu manis, kunyit, dan saffron. Bahan-bahan alami ini bekerja sinergis untuk melawan peradangan kronis yang erat kaitannya dengan resistensi insulin. Kayu manis telah diteliti karena kemampuannya meningkatkan sensitivitas insulin, sementara kunyit, melalui senyawa kurkumin, menunjukkan sifat anti-inflamasi kuat dan dapat menurunkan kadar gula darah.
Pengelolaan diabetes melitus, yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, menjadi tantangan global yang terus meningkat; pada tahun 2013, diperkirakan 382 juta orang hidup dengan diabetes, dan angka ini diproyeksikan naik menjadi 471 juta pada tahun 2035. Oleh karena itu, integrasi rempah-rempah seperti jahe, yang memiliki profil keamanan yang baik pada dosis wajar, menawarkan pendekatan alami yang menjanjikan untuk mendukung terapi konvensional. Konsultasi dengan profesional kesehatan tetap krusial bagi individu yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang menjalani pengobatan untuk menentukan takaran harian yang paling aman dan efektif.
6 Tampilan
Sumber-sumber
znaj.ua
Access Medical Labs Blogs
Surrey Live
MDPI
Bali clinic
Healthline
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
