Peran Kopi dalam Kesehatan Pencernaan dan Mikrobioma Usus Disorot
Diedit oleh: Olga Samsonova
Epidemiolog terkemuka, Tim Spector, menyoroti peran kopi sebagai sekutu penting bagi kesehatan pencernaan dan kardiovaskular, sebuah pandangan yang berbeda dari skeptisisme medis historis terhadap minuman tersebut. Kopi mengandung polifenol dan serat larut yang berfungsi sebagai prebiotik alami, menyediakan substrat nutrisi penting yang mendorong pertumbuhan dan keragaman komunitas mikroba dalam saluran pencernaan, yang dikenal sebagai mikrobioma usus.
Konsumsi kopi secara teratur telah terbukti secara empiris meningkatkan kelimpahan bakteri baik dalam usus, dengan studi menyoroti peningkatan signifikan pada spesies seperti Lawsonibacter asaccharolyticus. Manfaat ini teramati bahkan pada konsumsi kopi jenis dekafein, mengindikasikan bahwa efek positifnya tidak semata-mata bergantung pada kandungan kafein. Penelitian yang melibatkan 23.115 peserta dari Amerika Serikat dan Inggris melalui program ZOE PREDICT menunjukkan bahwa peminum kopi tinggi memiliki kadar L. asaccharolyticus 4,5 hingga 8 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang minum kopi. Para peneliti di Universitas Trento menduga bakteri ini berkontribusi pada manfaat kopi yang meluas ke kesehatan jantung dan otak.
Implikasi kesehatan dari peningkatan mikrobioma yang sehat sangat luas, sejalan dengan pengamatan bahwa peminum kopi reguler menunjukkan penurunan risiko penyakit jantung dan regulasi gula darah yang lebih baik. Polifenol dalam kopi, sebagai antioksidan kuat, membantu melawan stres oksidatif dan peradangan, yang merupakan pemicu utama gangguan kronis. Sebuah studi meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi empat hingga enam cangkir per hari dapat menurunkan risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) dalam pemantauan jangka panjang.
Lebih lanjut, kadar kafein yang lebih tinggi dalam darah, yang diprediksi secara genetik, dikaitkan dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) yang lebih rendah, massa lemak tubuh yang lebih sedikit, serta risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah, menurut penelitian dari Karolinska Institute. Namun, pemanfaatan manfaat ini memerlukan pendekatan yang terukur. Tim Spector merekomendasikan dosis harian antara dua hingga empat cangkir kopi sebagai batas optimal untuk keuntungan mikrobiologis.
Rekomendasi ini disertai dengan peringatan penting: konsumsi harus dihindari dari penambahan gula berlebihan atau penyertaan dengan makanan ultra-proses. Ahli gizi menegaskan bahwa kebiasaan menambahkan gula tinggi pada kopi, yang umum di Indonesia, justru menjadi faktor risiko utama yang dapat meningkatkan kadar trigliserida darah dan memicu aterosklerosis, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Pemahaman ini memposisikan kopi, bila dikonsumsi dengan benar, sebagai komponen fungsional dalam diet yang mendukung ekosistem internal tubuh, menjadikannya investasi kesehatan jangka panjang.
20 Tampilan
Sumber-sumber
O Globo
ZOE
ELTIEMPO.com
Mundo Deportivo
Trendencias
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
