Paparan Dini Hewan Peliharaan Tingkatkan Imunitas Anak, Studi Ungkap Manfaat Biologis
Diedit oleh: Olga Samsonova
Tumbuh besar bersama hewan domestik seperti anjing atau kucing memberikan keuntungan biologis substansial bagi perkembangan anak-anak, sebagaimana terungkap dari serangkaian temuan penelitian terkini. Interaksi harian dengan hewan peliharaan terbukti menghasilkan resistensi yang lebih unggul terhadap infeksi umum yang sering menyerang anak-anak. Mekanisme di balik fenomena ini melibatkan pelatihan sistem imun untuk membedakan secara akurat antara patogen berbahaya dan stimulus yang tidak mengancam, sebuah proses yang difasilitasi oleh beragam mikroorganisme yang dibawa oleh hewan peliharaan tersebut.
Proses pertukaran mikroba yang berkelanjutan ini berfungsi layaknya 'gimnasium biologis' bagi sel-sel imun anak, mempersiapkan tubuh untuk merespons secara efisien tanpa memicu reaksi inflamasi yang berlebihan. Lebih lanjut, riset mengindikasikan bahwa paparan dini ini bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap inflamasi tingkat rendah kronis yang sering dikaitkan dengan munculnya gangguan psikiatri di kemudian hari.
Sebuah penelitian di Swedia, yang memanfaatkan data dari lebih dari satu juta anak-anak melalui sembilan sumber data nasional termasuk register kepemilikan anjing wajib sejak 2001, menunjukkan korelasi kuat. Studi yang dipublikasikan dalam JAMA Pediatrics ini menemukan bahwa anak-anak yang terpapar anjing pada tahun pertama kehidupan memiliki risiko asma sekitar 15 persen lebih rendah saat mencapai usia enam tahun, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki anjing. Profesor Tove Fall dari Uppsala University mengoordinasikan penelitian ini, yang mampu mengeliminasi faktor pengganggu seperti status sosial ekonomi dan riwayat asma orang tua berkat kedalaman data nasional yang digunakan.
Temuan ini mendukung hipotesis bahwa lingkungan yang kaya akan paparan mikroba, seperti lingkungan peternakan yang mengurangi risiko asma hingga setengahnya, memiliki efek serupa pada rumah tangga biasa dengan anjing. Di sisi lain, peneliti Finlandia juga mengaitkan kehadiran hewan peliharaan di rumah dengan penurunan risiko kondisi alergi spesifik. Paparan awal terhadap anjing secara khusus diyakini dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya dermatitis atopik, terutama pada anak-anak yang secara genetik rentan terhadap kondisi tersebut.
Studi lain yang melibatkan analisis debu rumah dari 1.050 bayi di Kanada menemukan bahwa paparan terhadap protein anjing (Can f1) sejak usia 3–4 bulan berhubungan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik pada usia lima tahun, sementara alergen kucing atau endotoksin bakteri tidak menunjukkan efek protektif yang sama. Jacob McCoy dari Hospital for Sick Children di Toronto, penulis utama studi tersebut, menekankan bahwa alergen anjing sejak dini berperan melindungi paru-paru anak dari penyakit pernapasan kronis seperti asma.
Bukti ilmiah juga mengarah pada pengembangan toleransi alergi yang lebih baik melalui koeksistensi dengan hewan. Data ilmiah menunjukkan bahwa hidup bersama hewan mengurangi produksi molekul yang bertanggung jawab memicu reaksi alergi. Sebagai contoh, sebuah survei yang dilakukan di Jepang mengamati bahwa anak-anak yang memiliki anjing menunjukkan kecenderungan lebih rendah untuk mengembangkan intoleransi parah terhadap makanan pokok seperti telur, susu, dan kacang-kacangan, sementara kehadiran kucing memberikan perlindungan spesifik terhadap alergi yang dipicu oleh gandum, kedelai, dan telur.
Interaksi awal dengan hewan peliharaan juga terbukti memengaruhi komposisi mikrobioma usus bayi. Sebuah studi di Kanada menganalisis sampel feses 746 bayi dan menemukan bahwa memelihara anjing dan kucing selama kehamilan dan masa awal tumbuh kembang diasosiasikan dengan peningkatan dua jenis bakteri usus penting, yaitu *Ruminococcus* dan *Oscillospira*, yang diketahui berkaitan dengan penurunan risiko alergi dan obesitas. Peneliti pediatrik dari University of Alberta, Anita Kozyrskyj, mencatat bahwa paparan hewan peliharaan selama kehamilan mungkin memengaruhi mikroba usus ibu yang kemudian diturunkan kepada bayi saat proses persalinan, atau mikroba bermanfaat tersebut dapat dikirimkan langsung melalui sentuhan dengan bayi atau melalui debu rumah.
12 Tampilan
Sumber-sumber
Unica Radio
Children's Health Ireland
Colorado Arts and Sciences Magazine
Galaxus
SMC Spain
The Drake Center
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
