Studi Ungkap Mekanisme Otak Anjing Membedakan Suara Pemilik
Diedit oleh: Olga Samsonova
Penelitian ilmiah terbaru mengonfirmasi bahwa anjing domestik memiliki kemampuan signifikan untuk memilah dan mengenali suara manusia yang spesifik. Studi mendalam menunjukkan bahwa otak anjing memproses vokalisasi dari manusia dan anjing lain melalui jalur neural yang berbeda secara substansial, mengindikasikan spesialisasi kognitif yang berkembang seiring interaksi mereka dalam lingkungan sosial manusia.
Menggunakan teknologi pencitraan otak seperti Electroencephalography (EEG) non-invasif, para peneliti memetakan aktivitas otak anjing dan menemukan pemisahan respons yang jelas ketika anjing mendengar ujaran manusia dibandingkan dengan suara gonggongan anjing. Para ilmuwan dari Eötvös Loránd University (ELTE) di Budapest, Hungaria, memimpin upaya ini. Salah satu temuan kunci adalah peningkatan kinerja pengenalan suara ketika anjing mendengar suara pengasuh utamanya, sebuah kemampuan diskriminasi vokal yang lebih baik diyakini merupakan konsekuensi dari frekuensi interaksi vokal yang lebih tinggi dengan individu tersebut.
Sebuah penelitian yang melibatkan 28 anjing dan pemiliknya dalam skenario laboratorium mendemonstrasikan untuk pertama kalinya bahwa anjing dapat membedakan suara pemiliknya dari suara anjing lain. Attila Andics, yang terlibat dalam penelitian tersebut, menekankan pentingnya temuan ini dalam memahami ikatan komunikasi mendalam antara anjing dan pendamping manusianya. Lebih lanjut, riset yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology pada November 2014 menunjukkan bahwa anjing dapat memproses berbagai komponen suara manusia, serupa dengan cara manusia memproses kata-kata, nada emosional, dan jenis kelamin pembicara.
Studi lain dari ELTE, menggunakan fMRI, menemukan bahwa area otak anjing yang memproses suara manusia dan emosi memiliki kesamaan dengan area temporal pole pada manusia, yang teraktivasi lebih kuat saat mendengar suara manusia. Hal ini menyiratkan bahwa mekanisme otak untuk memproses informasi sosial mungkin telah berevolusi bersama dari nenek moyang yang sama sekitar 100 juta tahun lalu. Selain pengenalan suara pemilik, penelitian juga menunjukkan bahwa otak anjing mampu mendeteksi perbedaan bahasa manusia, membedakan pola bicara yang familier dari yang asing.
Penelitian yang menguji 18 anjing menggunakan fMRI memperlihatkan pola aktivitas otak yang berbeda saat mendengarkan bahasa ibu pemilik dibandingkan bahasa asing atau suara acak. Riset tambahan dari ELTE, yang menguji respons gelombang otak anjing saat tidur, membuktikan bahwa anjing tetap mampu mengenali perbedaan antara suara manusia dan suara anjing lain, bahkan dalam kondisi tidur nyenyak. Serangkaian penemuan ini secara kolektif menyoroti kompleksitas pemrosesan auditori pada Canis familiaris, menegaskan bahwa ikatan mereka dengan manusia didukung oleh mekanisme neurologis yang canggih dalam memilah isyarat vokal spesifik.
14 Tampilan
Sumber-sumber
El Universal
88.9 Noticias
Grupo Marmor
KCH FM
PubMed
TUN
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
