Raksasa Teknologi AS Alokasikan $650 Miliar untuk Infrastruktur AI Hingga 2026
Diedit oleh: gaya ❤️ one
Raksasa teknologi Amerika Serikat—Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft—telah mengumumkan rencana belanja modal gabungan sekitar 650 miliar dolar Amerika Serikat untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) hingga tahun 2026. Proyeksi pengeluaran ini merupakan peningkatan signifikan, yakni sekitar 60% dari total 410 miliar dolar AS yang dianggarkan untuk tahun 2025. Alokasi dana masif tersebut diarahkan terutama untuk pembangunan pusat data berskala besar, akuisisi chip AI canggih, kabel jaringan, dan generator cadangan, yang menggarisbawahi persaingan intensif untuk mendominasi sektor AI.
Amazon memimpin rencana belanja dengan proyeksi sekitar 200 miliar dolar AS, diikuti oleh Alphabet dengan estimasi 185 miliar dolar AS, Meta menganggarkan hingga 135 miliar dolar AS, dan Microsoft dengan alokasi sekitar 105 miliar dolar AS. Gelontoran modal yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, yang melampaui total belanja modal gabungan sekitar 21 perusahaan besar AS lainnya, memicu perdebatan mengenai potensi terbentuknya gelembung spekulatif yang menyerupai era Dot-com tahun 2000. Kekhawatiran investor berpusat pada garis waktu pengembalian investasi jangka pendek dan potensi tekanan pada margin keuntungan perusahaan akibat belanja operasional yang sangat tinggi.
Meskipun kekhawatiran muncul—seperti penurunan saham Amazon setelah pengumuman belanja modalnya yang menghapus lebih dari 450 miliar dolar AS dari kapitalisasi pasar sejak 2006—analisis dari Envision Research, merujuk pada kerangka identifikasi gelembung Ray Dalio, memprediksi bahwa taruhan terhadap keruntuhan pasar AI pada tahun 2026 kemungkinan akan merugi. Perbedaan mendasar dengan gelembung Dot-com tahun 2000 terletak pada profitabilitas; para pemimpin AI saat ini secara kolektif menghasilkan laba operasional substansial, dan investasi besar ini sebagian besar dibiayai melalui pendapatan operasional, bukan utang eksternal.
Implikasi dari belanja infrastruktur ini sangat terasa di sektor semikonduktor dan energi. Permintaan akselerator AI, seperti GPU Nvidia, telah menyebabkan kelangkaan chip memori yang parah, bahkan memicu kenaikan harga DRAM. Raksasa manufaktur seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) telah meningkatkan belanja modal mereka sebesar 37% untuk memenuhi permintaan ini, yang analis AvaTrade, Kate Leaman, pandang sebagai sinyal struktural. Peningkatan kapasitas produksi TSMC diharapkan dapat meredakan hambatan pasokan unit pemrosesan grafis (GPU) dan sirkuit terpadu khusus aplikasi (ASIC) yang sempat menyebabkan Microsoft memperkirakan kehilangan peluang pendapatan Azure pada Kuartal I fiskal 2026.
Di sisi lain, fokus pada pusat data menimbulkan kekhawatiran global mengenai tekanan pada pasokan energi dan sumber daya air, serta potensi hambatan dalam perolehan tenaga kerja terampil. Investor saat ini menuntut pembuktian bahwa pengeluaran besar ini akan menjadi mesin pertumbuhan baru. Data menunjukkan investasi tertanam dalam strategi jangka panjang, seperti rencana Amazon untuk menggandakan kapasitas pusat data pada tahun 2027, yang diyakini analis Citizens, Andrew Boone, akan mendorong percepatan pendapatan AWS. Secara keseluruhan, meskipun valuasi pasar tetap tinggi dan bergantung pada narasi, profitabilitas yang ada dan prospek pemotongan suku bunga AS pada Musim Semi 2026 memberikan landasan yang lebih kokoh dibandingkan euforia spekulatif murni di tahun 2000.
4 Tampilan
Sumber-sumber
Livesystems
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Vertex AI Search
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
