Pasar Saham AS Anjlok Akibat Penjualan Besar Saham Teknologi dan Ekspektasi Suku Bunga

Diedit oleh: gaya ❤️ one

Bursa ekuitas Amerika Serikat mengalami koreksi tajam pada hari Kamis, 12 Februari 2026, dengan sektor teknologi menjadi pusat aksi jual yang signifikan. Penurunan tersebut mengakibatkan hilangnya valuasi pasar sekitar 450 miliar dolar AS dari kelompok saham yang dikenal sebagai "Magnificent Seven" hanya dalam satu sesi perdagangan. Sentimen pasar bergeser secara luas, didorong oleh kekhawatiran investor mengenai belanja modal yang sangat besar untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan, yang mengurangi prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.

Indeks acuan utama mencerminkan tekanan jual yang meluas. Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 1,34%, berakhir di level 49.451,98, sementara S&P 500 kehilangan seluruh kenaikan yang dicatat sepanjang tahun 2026, ditutup pada 6.832,76. Nasdaq Composite Index, yang sangat bergantung pada saham teknologi, mengalami kerugian paling parah, anjlok 2,03% menjadi 22.597,15. Pergerakan ini menandai rotasi modal dari aset berisiko tinggi, seperti teknologi dan transportasi, menuju sektor yang dianggap lebih defensif, termasuk utilitas dan barang konsumsi.

Sektor teknologi menjadi fokus utama koreksi, dipicu oleh panduan kinerja yang mengecewakan dari beberapa perusahaan kunci. Saham Cisco Systems anjlok 12,3% meskipun melaporkan pendapatan sebesar 15,3 miliar dolar AS, karena panduan ke depan yang hati-hati mengindikasikan adanya tekanan margin, diperburuk oleh kenaikan harga chip memori. Sebagai bagian dari "Magnificent Seven," Apple juga merasakan dampak signifikan, dengan sahamnya dilaporkan anjlok antara 3,7% hingga 5,0% dalam satu hari perdagangan. Secara keseluruhan, ETF yang melacak perusahaan perangkat lunak S&P 500 merosot 2,7%, menunjukkan penyebaran kekhawatiran di seluruh sub-sektor teknologi.

Koreksi valuasi pada raksasa teknologi AS, yang diperkirakan akan membelanjakan total sekitar 650 miliar dolar AS untuk AI, menggarisbawahi penilaian ulang global terhadap valuasi teknologi dibandingkan dengan biaya operasional langsung. Tekanan juga terasa pada produsen PC; saham Dell Technologies tergelincir hingga 9,2% menyusul peringatan dari Lenovo mengenai tekanan pengiriman yang disebabkan oleh kekurangan chip memori. Analis Jack Herr dari GuideStone Funds menyoroti bahwa narasi pasar bergeser untuk menilai industri mana yang benar-benar dapat meningkatkan produktivitas dari investasi AI, dan mana yang akan terganggu, dengan investor kini menuntut "tahun pembuktian" bagi investasi tersebut.

Kelemahan pasar juga dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, yang mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi dan membuat para pedagang mengurangi taruhan pada pemotongan suku bunga The Fed pada bulan Maret, dengan pemotongan pertama kini diperkirakan paling cepat pada bulan Juni 2026. Selain itu, sektor transportasi, yang sensitif terhadap kondisi ekonomi, juga terpukul keras; Indeks Dow Jones Transport Average anjlok 4%, dengan saham-saham seperti Landstar, CH Robinson, dan Expeditors International masing-masing turun 15,6%, 14,5%, dan 13,2%. Implikasi jangka pendek dari gejolak pasar pada 12 Februari 2026 ini adalah peningkatan volatilitas yang berkelanjutan, di mana pasar berada dalam fase penilaian ulang risiko yang lebih ketat.

4 Tampilan

Sumber-sumber

  • see.news

  • How major US stock indexes fared Thursday, 2/12/2026

  • Lenovo warns PC shipments face pressure from chip shortage

  • Stock Market Today, Feb. 12: AI Fears Slam Markets as Nasdaq Drops 2%

  • Cisco's Q2 Earnings Beat Estimates, Revenues Rise Y/Y, Shares Fall

  • Cisco Reports Strong Quarter, Raises Forecast as Revenue Hits Record High

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.