Emas Global Menguat Setelah Data Inflasi AS Melunak, Pasar Antisipasi Sinyal Suku Bunga The Fed
Diedit oleh: gaya ❤️ one
Pasar logam mulia internasional mencatat lonjakan signifikan pada hari Jumat, 13 Februari 2026, sebagai respons langsung terhadap publikasi data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan. Kenaikan ini memicu kembali optimisme investor mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) sepanjang tahun berjalan. Kontrak berjangka emas untuk pengiriman April ditutup mendekati level USD 5.046,30 per ons troi, mengamankan apresiasi substansial hampir 2,00% dalam sesi perdagangan tunggal tersebut. Pemulihan kuat juga terlihat pada perak, di mana kontrak Maret ditutup sekitar USD 77,964 per ons troi, membukukan perolehan harian melebihi 3,00%.
Katalis utama pergerakan harga ini adalah laporan dari US Bureau of Labor Statistics yang mengonfirmasi bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan untuk Januari 2026 melandai ke angka 2,4% secara tahun-ke-tahun, berada di bawah konsensus pasar sebesar 2,5%. Data inflasi yang lebih terkendali ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneter, sebuah langkah yang secara tradisional menekan indeks dolar dan memberikan dorongan pada aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas. Pedagang logam independen, Tai Wong, menggarisbawahi bahwa reli pemulihan pada emas dan perak dipicu oleh angka CPI Januari yang moderat, yang meredakan kekhawatiran yang muncul dari laporan ketenagakerjaan sebelumnya.
Implikasi dari data tersebut meluas ke pasar domestik India, di mana harga emas mencerminkan sentimen global. Di bursa MCX India, emas berjangka untuk kontrak April tercatat naik 2,00%, mencapai sekitar Rs 1.55.895 per 10 gram. Para analis mengaitkan volatilitas ekstrem pada komoditas ini dengan kombinasi pendinginan inflasi dan isyarat geopolitik yang ada. Pasar saat ini memproyeksikan total pemotongan suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang tahun 2026, dengan kemungkinan penurunan pertama terjadi pada bulan Juli. Perilaku konsumen di India menunjukkan adaptasi, dengan pelanggan melihat koreksi harga sebagai momen strategis untuk mengakumulasi logam mulia, sebuah tren yang didukung oleh laporan pendapatan Titan Company yang mencatat kenaikan pendapatan 42% tahun-ke-tahun pada segmen perhiasannya per 15 Februari 2026.
Meskipun terjadi reli signifikan pada hari Jumat, perdagangan emas menunjukkan konsolidasi pada awal pekan berikutnya. Pada hari Senin, 16 Februari 2026, harga emas diperdagangkan di sekitar $5.012,12 per ons, karena investor menahan diri sambil menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) bulan Desember yang krusial, serta data Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal IV 2025 untuk menentukan arah kebijakan selanjutnya. Analis Vantage Markets di Melbourne, Hebe Chen, mencatat bahwa likuiditas perdagangan emas juga dilaporkan lebih tipis pada awal pekan karena liburnya pasar keuangan Asia, termasuk China dalam rangka Tahun Baru Imlek, yang memengaruhi dinamika pasar.
Prospek jangka menengah untuk emas tetap positif di tengah lingkungan makro yang mendukung. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas secara historis diuntungkan dalam rezim suku bunga rendah, di mana biaya peluang untuk memegangnya berkurang. Deutsche Bank mempertahankan proyeksi harga dasar (base case) untuk emas pada USD 6.000 per ons untuk tahun 2026, mengindikasikan keyakinan institusional terhadap kenaikan lebih lanjut. Kebijakan moneter The Fed memiliki korelasi invers dengan harga emas; kenaikan suku bunga menekan harga emas karena meningkatkan daya tarik instrumen berbunga seperti obligasi. Data inflasi yang lebih jinak memberikan ruang bagi The Fed untuk beralih ke sikap yang lebih dovish, yang menjadi pendorong utama kenaikan harga logam mulia ini.
3 Tampilan
Sumber-sumber
Zee Business
cnbctv18.com
Ad Hoc News
India TV Hindi
United States Inflation Rate - Trading Economics
US inflation falls to 2.4% in January after Trump's tariffs led to price fluctuations - The Guardian
Gold rose to 5043.92 USD/t.oz on February 13, 2026, up 2.48% from the previous day. - Trading Economics
Gold and silver ETFs crash up to 10%. What should investors do? - The Economic Times
Gold Price Today: MCX Gold & Silver Prices in India - The Sunday Guardian
Gold price, silver rate predictions: Big corrections expected this week? Analysts have a warning - The Economic Times
Augmont Unveils Akoirah: Bringing to you modern lab-grown diamond jewellery
J.P. Morgan Global Research
UBS Gold Price Forecast 2026 - Discovery Alert
United States Dollar - Quote - Chart - Historical Data - News
China central bank keeps buying gold as bull run hits brakes - MINING.COM
Top bank reaffirms gold price target into late 2026 - TheStreet
Reuters
Business Today
Goodreturns
The Economic Times
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
