Paradigma Pendidikan 2026: Pergeseran Fokus ke Pembentukan Manusia Utuh
Diedit oleh: Olga Samsonova
Menjelang tahun 2026, lanskap pendidikan global mengalami pergeseran fundamental, bergerak menjauhi model tradisional yang semata-mata menekankan transfer pengetahuan kognitif melalui buku dan ujian. Transformasi ini menggarisbawahi bahwa esensi sekolah adalah sebagai wadah pembentukan karakter manusia, tempat nilai-nilai luhur ditanamkan, sekaligus memelihara rasa ingin tahu bawaan serta kemanusiaan terhadap sesama. Pendidikan sejatinya adalah aktualisasi potensi insani secara holistik, yang mencakup dimensi akal dan hati, bukan sekadar transmisi informasi semata.
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) memperkuat urgensi pergeseran ini, menjadikan penguasaan kecerdasan emosional dan kapabilitas manajemen relasi sebagai imperatif utama, bukan lagi sekadar mengatasi defisit pengetahuan. Sistem pendidikan di berbagai belahan dunia, terutama dengan adanya pembaruan kurikulum pada periode 2025/2026, mulai mengintegrasikan aspek Sosial-Emosional (SEL) sebagai fondasi prasyarat bagi capaian akademik. Pembentukan landasan emosional yang aman ini krusial untuk menopang pembangunan keterampilan dan kompetensi yang lebih kokoh.
Filsuf terkemuka Amerika Serikat, John Dewey (1859–1952), yang pemikirannya tentang pendidikan sebagai bagian integral dari kehidupan tetap relevan, pernah menyatakan, "Pendidikan bukan persiapan untuk hidup; pendidikan adalah hidup itu sendiri," menekankan bahwa pengalaman hidup selalu diwarnai oleh perasaan internal. Dewey, yang juga mengusulkan pedagogi sebagai bagian dari program studi di Universitas Chicago pada 1894, menolak gagasan bahwa sekolah hanya berfungsi mentransfer pengetahuan. Data riset pada tahun 2026 mengonfirmasi bahwa mayoritas model pendidikan terdepan kini menempatkan kecerdasan emosional sebagai komponen inti kurikulum.
Ironisnya, banyak lulusan dengan tingkat pendidikan tinggi masih menghadapi kesulitan dalam mengelola tekanan hidup atau membangun relasi yang sehat, yang mengindikasikan adanya kesenjangan dalam pengembangan sosial-emosional yang seharusnya dibina sejak dini di institusi pendidikan. Menurut Dewey, jika kita mengajar hari ini seperti kemarin, kita merampok masa depan anak-anak kita, menegaskan perlunya evolusi pendidikan seiring masyarakat. Pergeseran paradigma ini menuntut institusi pendidikan untuk bertransisi dari sekadar penyampaian fakta menjadi penumbuh kembang keterampilan sosial dan emosional, yang merupakan pilar utama pendidikan progresif.
Pendekatan yang berfokus pada aspek emosional dan sosial ini terbukti memberikan dampak langsung pada lingkungan sekolah, yang ditandai dengan penurunan insiden perundungan (bullying) dan peningkatan kapasitas empati serta pemahaman terhadap orang lain. Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang tidak aman secara psikologis akibat intimidasi menghambat konsentrasi dan motivasi belajar siswa. Integrasi SEL ke dalam kurikulum dapat dilakukan melalui mata pelajaran khusus atau pendekatan lintas mata pelajaran, seperti memasukkan nilai-nilai EQ saat mengajar Bahasa Indonesia atau IPS.
Selain itu, lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, didukung oleh program mentoring, menjadi kunci. Guru sendiri harus menjadi model dengan pelatihan yang memadai agar mampu menunjukkan pengendalian emosi dan komunikasi empatik. Pertanyaan mendasar yang dihadapi adalah kesiapan kolektif untuk mentransformasi pendidikan dari fokus 'transfer pengetahuan' menjadi 'pembangunan manusia seutuhnya,' sebuah konsep yang sejalan dengan penekanan John Dewey pada pembentukan watak dan budi pekerti. Sebagai contoh nyata dari fokus pada pengembangan manusia, beberapa daerah seperti Kalimantan Timur memprioritaskan program pendidikan gratis pada tahun 2026 untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pembebasan biaya kuliah.
18 Tampilan
Sumber-sumber
ZENIT - Arabic
BookTrib
Daniel Goleman
Hunter Adams
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
