Inklusi Progresif dalam Seluncur Es: Tim 'Extraordin'ice' Memperluas Akses Arena Es
Diedit oleh: Olga Samsonova
Prinsip-prinsip pendidikan progresif semakin terwujud dalam inisiatif yang bertujuan membuka aktivitas yang secara tradisional eksklusif, seperti yang ditunjukkan oleh tim seluncur es sinkronisasi yang didedikasikan untuk anak-anak dengan disabilitas motorik. Inisiatif ini menandai pergeseran filosofis menuju inklusivitas penuh dalam olahraga es, sejalan dengan upaya yang lebih luas di Prancis untuk menjamin kesetaraan hak dan partisipasi sosial bagi penyandang disabilitas.
APF France Handicap, organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 1933 dan berfokus pada pembelaan hak penyandang disabilitas, telah menjadi mitra kunci dalam upaya ini, mendukung visi masyarakat yang inklusif dan solider. Lebih dari lima tahun yang lalu, The Skating Club Compiègne Oise (SCCO) meluncurkan tim 'Extraordin'ice', sebuah kolaborasi yang bertujuan untuk memastikan aksesibilitas arena es, dan kemitraan ini dijadwalkan berlanjut hingga tahun 2026. SCCO sendiri telah mendapatkan label École Française de Glace untuk periode 2022 hingga 2026, yang menggarisbawahi komitmen mereka terhadap standar kualitas operasional, termasuk penanganan publik yang ditargetkan.
Tim kecil ini terdiri dari peserta didik seperti Églantine, Ylan, dan Adébowalé, yang berasal dari sebuah lembaga medis-sosial, dan mereka menjalani latihan mingguan menggunakan metode yang telah disesuaikan. Proyek ini awalnya diprakarsai oleh Hélène Sonntag, seorang terapis okupasi, dengan fokus utama pada aksesibilitas, namun seiring waktu telah berkembang untuk secara aktif menumbuhkan kemandirian para partisipan. Perkembangan signifikan terlihat pada para peseluncur muda yang kini mampu mengatasi tantangan teknis, seperti mengikat tali sepatu mereka sendiri, yang merupakan demonstrasi nyata dari peningkatan kemandirian diri.
Perubahan struktural dalam kepelatihan juga terjadi, di mana peseluncur klub seperti Vincent Gironde kini memimpin sesi, melanjutkan tujuan awal para pendidik untuk mencapai otonomi SCCO dalam mendukung para atlet ini. Kemajuan fisik yang teramati mencakup peningkatan kekuatan dan keterampilan motorik, disertai dengan lonjakan kepercayaan diri yang patut dicatat, seperti yang dialami oleh Valentine yang berusia 12 tahun. Integrasi kelompok ini kini telah tuntas, bergerak dari sesi latihan yang terisolasi menjadi berlatih secara langsung berdampingan dengan anggota klub lainnya, sebuah langkah penting menuju normalisasi partisipasi.
Tim 'Extraordin'ice' memiliki jadwal yang padat untuk tahun 2026, termasuk partisipasi dalam gala dan kompetisi sebanyak tiga kali dalam setahun, yang memberikan kesempatan bagi anggota untuk menampilkan elemen-elemen kompleks yang telah mereka kuasai. Inisiatif di Compiègne ini sejalan dengan ambisi yang lebih luas dari Fédération Française des Sports de Glace (FFSG) untuk menjadikan olahraga es dapat diakses oleh semua kalangan, sebuah tujuan yang ditekankan pada Hari Paralimpiade, 6 September. Proyek inklusi ini berakar dari pelatihan spesifik FFSG mengenai Olahraga Disabilitas, dan tujuan utamanya melampaui sekadar aktivitas rekreasi, yaitu mengembangkan otonomi dan kerja sama tim.
Di Amerika Serikat, program Seluncur Es Adaptif dari U.S. Figure Skating juga menawarkan jalur rekreasi dan kompetitif untuk peseluncur dengan disabilitas fisik dan intelektual melalui program seperti Special Olympics dan Skate United. Para pelatih di klub telah beradaptasi untuk mengatasi hambatan dan mengembangkan kontak yang lebih otentik dengan para peserta muda, sementara peseluncur yang 'valid' menemukan pengalaman ini memperkaya secara sportif dan kemanusiaan, menyadari pentingnya kesetaraan hak dan kesempatan dalam olahraga. Komitmen terhadap inklusi ini juga tercermin dalam struktur organisasi olahraga yang lebih tinggi; misalnya, International Skating Union (ISU) baru-baru ini menunjuk seorang penanggung jawab kesejahteraan atlet dan keberlanjutan, yang tugasnya mencakup memastikan semua atlet memiliki akses ke dukungan yang sesuai.
Keberhasilan 'Extraordin'ice' menjadi contoh nyata bagaimana prinsip pendidikan inklusif dapat diimplementasikan secara efektif dalam konteks olahraga kompetitif, mendorong peningkatan keterampilan hidup dan sosial di samping kemajuan teknis di atas es. Dengan terus berpartisipasi dalam acara publik dan kompetisi, tim ini tidak hanya menunjukkan kemampuan atletik mereka tetapi juga memperjuangkan visibilitas dan penerimaan yang lebih besar bagi para atlet dengan disabilitas di arena olahraga Prancis.
4 Tampilan
Sumber-sumber
France 3 Grand Est
ExtraOrdin'ice - Skating Club Compiègne Oise (SCCO)
Les Extraordin'Ice de Compiègne : quand le patinage artistique synchronisé devient un sport pour tous - FFSG
MARJORIE GIANNONE – Masseur-Kinésithérapeute | Compiègne - MaQuestionMedicale
Accueil - Skating Club Compiègne Oise
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



