Pendidikan Progresif Dini Dorong Transformasi Sosial Lewat Literasi

Diedit oleh: Olga Samsonova

-1

Filsafat pendidikan progresif mengedepankan metodologi yang berfokus pada kemajuan tatanan masyarakat, menempatkan literasi usia dini sebagai katalisator utama. Keyakinan bahwa membacakan buku bagi anak dapat memicu perubahan sosial terus relevan, mengingatkan pada inisiatif literasi yang pernah digalakkan oleh Fundação Itaú Social pada tahun 2014.

Upaya tersebut menekankan peran aktif orang dewasa dalam menumbuhkan keterampilan literasi sejak awal kehidupan, sejalan dengan tujuan Program Itaú Criança untuk memperkuat ikatan keluarga dan perkembangan holistik anak. Luiz Carlos Amorim, pendiri Grupo Literário A ILHA yang telah beroperasi selama 42 tahun dan anggota Academia Sulbrasileira de Letras, secara konsisten menyuarakan advokasi untuk pembiasaan membaca sejak usia sangat muda. Amorim menekankan bahwa mendorong pembacaan, baik melalui dongeng maupun komik, adalah vital bagi kemajuan pendidikan dan profesional, yang pada akhirnya akan menghasilkan warga negara yang lebih tercerahkan.

Pada tahun 2026, Amorim mengilustrasikan adaptasi praktik ini dengan melakukan sesi membaca jarak jauh kepada cucu-cucunya melalui WhatsApp, menunjukkan bagaimana teknologi kontemporer dapat mendukung pemeliharaan ikatan literasi. Kemampuan menguasai bacaan dari buku berkualitas terhubung secara intrinsik dengan kapasitas seseorang untuk menginterpretasikan realitas dunia, sebuah konsep fundamental bagi evolusi personal dan global. Secara sosiologis, literasi awal ini berkorelasi positif dengan kualifikasi pekerjaan yang lebih baik dan peningkatan standar hidup, didorong oleh tuntutan zaman modern yang mengutamakan kemampuan berpikir kritis.

Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Amich Alhumami, pernah menyatakan bahwa literasi yang rendah dapat mengakibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kurang produktif saat memasuki dunia kerja, serta meningkatkan biaya pendidikan dan menurunkan pendapatan. Inisiatif budaya nyata, seperti proyek "Varal da Poesia" (Jemuran Puisi) yang dipromosori Amorim di ruang publik Santa Catarina, memegang peranan esensial dalam demokratisasi akses terhadap khazanah literatur.

Literasi digital kini menjadi elemen krusial dalam pendidikan anak usia dini, mengingat tantangan era Society 5.0 yang diperkenalkan pemerintah Jepang pada tahun 2019, yang menuntut manusia mampu memecahkan masalah sosial melalui inovasi berbasis teknologi. Kegiatan membacakan buku untuk anak, terlepas dari mediumnya, berfungsi sebagai agen perubahan, menyoroti peran signifikan orang tua yang terlibat aktif sebagai pendidik utama. Keterlibatan orang tua penting karena anak usia dini cenderung meniru teladan yang diberikan.

Program literasi berskala besar menunjukkan dampak konkret; misalnya, Fundação Itaú Social, melalui kampanye "Leia para uma Criança" yang berjalan sejak 2010, telah mendistribusikan lebih dari 48 juta buku hingga akhir tahun 2016. Pada tahun 2025, inisiatif serupa menargetkan distribusi lebih dari 1,1 juta buku di wilayah Nordeste. Pendekatan progresivisme dalam pendidikan, yang berpusat pada anak, mendorong pembelajaran aktif dan relevan, memupuk sikap positif terhadap belajar serta mengembangkan keterampilan sosial dan kognitif krusial untuk masa depan, seperti kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis.

7 Tampilan

Sumber-sumber

  • Jornal União

  • Correio de Corumbá

  • magna.art.br

  • Jornal Evolução Notícias de Santa Catarina

  • FOLHA DO ES

  • Estadão

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.