Kecerdasan Buatan Prediksi Risiko Gempa Susulan dalam Hitungan Detik

Diedit oleh: Svetlana Velgush

Sebuah kolaborasi internasional yang melibatkan para ahli dari University of Edinburgh, British Geological Survey (BGS), dan University of Padua berhasil menciptakan sebuah instrumen berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memprediksi risiko gempa susulan. Teknologi mutakhir ini, yang hasil penelitiannya dipublikasikan pada penghujung tahun 2025, memiliki kemampuan luar biasa untuk menilai probabilitas dan jumlah gempa susulan dengan magnitudo 4.0 ke atas dalam kurun waktu 24 jam pertama pasca-gempa utama, dan ini dapat dilakukan hampir secara seketika.

Sistem pembelajaran mendalam (deep learning) ini dilatih menggunakan data seismik yang sangat rinci. Data tersebut dikumpulkan dari lima zona yang dikenal memiliki aktivitas seismik tinggi: California, Selandia Baru, Italia, Jepang, dan Yunani. Inovasi ini menunjukkan kualitas prediksi yang setara dengan model mapan yang dikenal sebagai Epidemic-Type Aftershock Sequence (ETAS), yang saat ini menjadi standar operasional di berbagai negara. Keunggulan utama dari solusi AI baru ini, seperti yang ditekankan oleh pemimpin penelitian, Fotini Dervisi, seorang mahasiswa pascasarjana di University of Edinburgh dan BGS, terletak pada kecepatan responsnya. Berbeda dengan ETAS yang membutuhkan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk menjalankan ribuan simulasi, model AI mampu menyajikan hasilnya hanya dalam hitungan detik.

Kecepatan dalam penyediaan prediksi ini memiliki nilai krusial di area-area yang dilanda bencana. Pasalnya, gempa susulan berpotensi menyebabkan keruntuhan lebih lanjut pada struktur bangunan yang sudah rusak dan secara signifikan menghambat upaya tim penyelamat. Mengingat kembali konteks historis, seperti dampak dahsyat dari gempa bumi di Turki pada Februari 2023, kebutuhan akan alat prediksi cepat seperti ini untuk manajemen krisis menjadi semakin mendesak.

Para peneliti optimis bahwa integrasi model-model AI, termasuk SmaAt-UNet dan Earthformer, dengan katalog seismik presisi tinggi yang dihasilkan oleh pembelajaran mesin secara hampir real-time, akan menjadi langkah maju berikutnya dalam evolusi seismologi operasional. Ini menandai pergeseran paradigma dari analisis seismologi yang haus sumber daya menjadi penyediaan informasi vital yang hampir instan. Pencapaian signifikan ini sebagian didukung oleh program Horizon 2020 Uni Eropa, khususnya melalui Jaringan Pelatihan Inovatif Maria Skłodowska-Curie.

Kecepatan prediksi yang ditawarkan oleh AI ini membuka pintu bagi respons darurat yang lebih proaktif. Jika sebelumnya otoritas harus menunggu hasil analisis yang memakan waktu, kini mereka dapat segera mengambil langkah mitigasi, seperti evakuasi tambahan atau pengamanan infrastruktur kritis, dalam rentang waktu yang sangat singkat setelah kejadian awal. Ini adalah lompatan kuantum dalam kesiapsiagaan bencana.

Pengembangan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi canggih bukan hanya sekadar wacana, melainkan telah menjadi tulang punggung baru dalam ilmu kebumian terapan. Dengan kemampuan memproses data kompleks secepat kilat, AI kini menjadi mitra tak ternilai bagi para ahli geologi dalam memitigasi risiko yang ditimbulkan oleh kekuatan alam yang tak terduga.

7 Tampilan

Sumber-sumber

  • Frankfurter Rundschau

  • The Watchers

  • GlobalSpec

  • The University of Edinburgh

  • Google Scholar

  • Google Blog

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.