India Melanjutkan Impor Minyak Iran Pasca Penangguhan Sanksi AS Sementara

Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

India telah memutuskan untuk melanjutkan pembelian minyak mentah dari Iran, menandai kembalinya perdagangan energi bilateral tersebut untuk pertama kalinya sejak Mei 2019. Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India pada 4 April 2026 mengonfirmasi bahwa kilang-kilang dalam negeri telah mengamankan kebutuhan minyak mereka, termasuk pasokan dari Republik Islam Iran, sekaligus menepis rumor mengenai hambatan pembayaran. Langkah ini didukung oleh pengecualian sanksi sementara selama 30 hari yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, yang menargetkan minyak Iran yang sudah berada di laut, sebagai upaya meredakan krisis energi global yang dipicu oleh disrupsi pasokan di Timur Tengah.

India, importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, sebelumnya menghentikan impor minyak Iran pada pertengahan 2019 di bawah tekanan sanksi Amerika Serikat. Negara tersebut juga telah menerima kiriman Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Iran, menegaskan strategi diversifikasi sumber energi demi keamanan nasional di tengah pasar yang bergejolak. Secara historis, pada puncaknya, minyak Iran menyumbang 11,5 persen dari total impor minyak India, dengan volume mencapai sekitar 518.000 barel per hari pada tahun 2018. India saat ini mengimpor minyak mentah dari lebih dari 40 pemasok global, menunjukkan fleksibilitas dalam pengadaan sumber daya energi.

Situasi ini terjadi di tengah gangguan signifikan pada rantai pasokan global, khususnya yang melalui Selat Hormuz, jalur transit minyak vital yang menangani sekitar seperlima dari minyak global pada tahun 2025. Eskalasi ketegangan geopolitik telah memberikan tekanan signifikan pada pasar energi global, tercermin dari lonjakan harga minyak Brent yang mencapai sekitar 39% sejak akhir Februari 2026. Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei sempat menyentuh US$112,19 per barel pada 20 Maret 2026, posisi tertinggi sejak Juli 2022. Penutupan Selat Hormuz juga menyebabkan kenaikan harga gas di Eropa sebesar 85%.

Secara paralel, otoritas militer Iran mengumumkan pengecualian navigasi di Selat Hormuz bagi Irak, sebuah sekutu regional. Pembatasan navigasi yang sebelumnya diberlakukan akibat konflik dicabut secara selektif untuk pengiriman minyak Irak, yang sangat bergantung pada jalur perairan strategis tersebut. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pada 25 Maret, yang menyatakan bahwa lima negara—India, Tiongkok, Rusia, Irak, dan Pakistan—akan terus menerima lintasan aman. Sebagai respons domestik terhadap gejolak harga global yang mendorong harga minyak mentah dunia di atas 100 dollar AS per barel sejak akhir Februari 2026, Pemerintah India memangkas pajak tambahan untuk bensin dan solar per 26 Maret 2026. Perkembangan ini menyoroti upaya India untuk menyeimbangkan kebutuhan energi domestik yang masif dengan lanskap geopolitik yang semakin kompleks di kawasan Timur Tengah.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • H Kαθημερινή

  • Politika

  • Valor Econômico

  • The National

  • Deccan Herald

  • Bloomberg

  • The Hindu

  • The Indian Express

  • The Hindu

  • Reuters

  • The National

  • India Today

  • The Economic Times

  • Notícias ao Minuto

  • Brasil 247

  • Opera Mundi

  • Agência Brasil

  • UOL Notícias

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.