Microsoft dan Google Dekati Kesepakatan Pasokan DRAM Multi-Tahun dengan SK Hynix Mulai 2026

Diedit oleh: Aleksandr Lytviak

Gelombang investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) secara fundamental mengubah pola pengadaan semikonduktor memori global, memicu langkah strategis dari raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google. Kedua perusahaan tersebut dilaporkan sedang dalam tahap akhir negosiasi untuk menandatangani Perjanjian Pasokan Jangka Panjang (LTA) multi-tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan produsen memori terkemuka, SK Hynix. Kesepakatan ini, yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2026 dan diperkirakan berlangsung selama tiga tahun, menandai pergeseran dari pembelian jangka pendek yang mengandalkan fluktuasi harga menjadi komitmen mengikat untuk menjamin pasokan komponen vital.

Esensi dari perjanjian yang dinegosiasikan ini terletak pada klausul non-tradisional yang disematkan untuk mengamankan volume pasokan di tengah kelangkaan yang meluas. Mekanisme tersebut mencakup skema pembayaran di muka (prepayment scheme) di mana pembeli akan menyetorkan 10% hingga 30% dari total nilai kontrak di awal, sebuah langkah yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam industri memori. Selain itu, terdapat jaminan harga minimum (minimum price guarantee) untuk melindungi SK Hynix dari potensi volatilitas penurunan harga DRAM di masa depan. Nilai total kontrak ini diperkirakan mencapai puluhan triliun won, menggarisbawahi skala urgensi pengamanan pasokan.

Langkah strategis ini muncul ketika pasar memori mengalami ketidakseimbangan signifikan, di mana fokus intensif pada produksi High Bandwidth Memory (HBM) untuk AI telah memperburuk kekurangan pada komponen DRAM server konvensional. Sebagai ilustrasi dampak ketidakseimbangan ini, harga DDR4 dilaporkan telah melonjak hampir sepuluh kali lipat dalam kurun waktu satu tahun. Proyeksi harga kontrak DRAM konvensional untuk Kuartal II 2026 diperkirakan akan meningkat antara 58% hingga 63% secara kuartal-ke-kuartal, menunjukkan pasar yang sangat menguntungkan bagi produsen memori.

Microsoft secara spesifik dilaporkan sedang memfinalisasi perjanjian untuk memori server kelas DDR5 dengan SK Hynix, sementara diskusi dengan Google mencakup pasokan HBM dan DRAM server tujuan umum. Pergeseran ini menegaskan pandangan bahwa chip memori telah bertransformasi dari komoditas menjadi sumber daya strategis yang memerlukan komitmen jangka panjang dari konsumen terbesar. Perilaku pasar ini juga terlihat pada pesaing utama; Micron Technology dilaporkan telah menandatangani perjanjian pelanggan strategis (SCA) berdurasi lima tahun, sebuah langkah pertama dalam sejarah perusahaan tersebut, sembari mengalihkan kapasitas dari pasar konsumen.

Struktur kontrak baru ini, yang memberikan perlindungan pendapatan di muka kepada pemasok, secara fundamental mengubah profil risiko bagi SK Hynix, sekaligus memberikan insentif untuk ekspansi kapasitas yang agresif. Samsung Electronics juga dikonfirmasi sedang menegosiasikan LTA serupa dengan Google dan Microsoft, dengan Wakil Ketua Samsung, Jun Young-hyun, menyatakan dorongan untuk mengonversi kontrak triwulanan menjadi perjanjian multi-tahun selama 3 hingga 5 tahun. Fenomena ini menandai era baru di mana prioritas pasar didorong oleh kebutuhan komputasi AI, memaksa perusahaan besar untuk mengunci sumber daya strategis ini guna mempertahankan keunggulan kompetitif dalam pengembangan infrastruktur AI mereka.

2 Tampilan

Sumber-sumber

  • News Directory 3

  • SK hynix

  • LongbridgeAI

  • Telecompaper

  • BigGo Finance

  • Samsung Newsroom

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.