Kemajuan Rekayasa Sel Merpati Mendekatkan Kembali Upaya Revitalisasi Dodo
Diedit oleh: Olga Samsonova
Perusahaan rekayasa genetika Colossal Biosciences, yang berbasis di Texas, mengumumkan pencapaian penting dalam proyeknya untuk menghidupkan kembali burung Dodo, spesies yang punah sekitar tiga abad silam. Tonggak sejarah ini adalah keberhasilan pertama dalam mengkultur sel germinal primordial (PGC) dari merpati, sebuah terobosan yang membuka jalan praktis menuju kemunculan kembali burung ikonik tersebut.
PGC merupakan sel prekursor yang berkembang menjadi sperma dan sel telur, menjadikannya fondasi esensial untuk proses rekayasa Dodo. Upaya ini secara langsung memanfaatkan genom Merpati Nicobar, yang diakui sebagai kerabat terdekat Dodo yang masih hidup saat ini. Colossal Biosciences telah memajukan teknologi reproduksi unggas dengan menggunakan ayam yang telah dimodifikasi secara genetik sebagai inang pengganti untuk sel-sel termodifikasi tersebut. Dr. Beth Shapiro, Chief Science Officer (CSO) perusahaan, menekankan bahwa keberhasilan kultur PGC ini merupakan tonggak penentu, tidak hanya untuk proyek Dodo tetapi juga untuk upaya konservasi burung secara umum.
Proses yang diterapkan melibatkan penyuntikan PGC yang telah dimodifikasi dengan sifat-sifat Dodo ke dalam embrio ayam, dengan harapan generasi penerus akan menunjukkan karakteristik khas dari burung yang telah punah tersebut. Pencapaian ini memperluas batas ilmu reproduksi unggas, mengingat kultur PGC sebelumnya hanya berhasil dilakukan pada ayam dan angsa. CEO dan salah satu pendiri Colossal, Ben Lamm, memproyeksikan bahwa hasil yang terlihat dari terobosan ini dapat terwujud dalam kurun waktu lima hingga tujuh tahun, sebuah estimasi yang mempercepat linimasa sebelumnya untuk kembalinya Dodo.
Sejak didirikan pada September 2021, perusahaan ini telah mengumpulkan pendanaan substansial, melampaui total $555 juta. Pada putaran pendanaan terbaru, perusahaan ini dilaporkan mengamankan tambahan $120 juta, menempatkan valuasi mereka pada angka $10,32 miliar. Sebagai bagian dari komitmen terhadap ekologi lokal, Colossal telah membentuk Komite Penasihat Dodo Mauritius, sebuah dewan yang terdiri dari para ahli dengan koneksi mendalam terhadap budaya Mauritius, untuk memberikan arahan mengenai upaya konservasi dan program reintroduksi di pulau tersebut.
Fokus Colossal adalah menghasilkan burung yang memiliki karakteristik utama Dodo, bukan salinan genetik yang identik 100%, meskipun perdebatan etis mengenai replika genetik yang persis masih berlanjut. Selain itu, Colossal bekerja sama dengan Mauritian Wildlife Foundation untuk memulihkan ekosistem kritis di Mauritius dan melakukan penyelamatan genetik pada Merpati Merah Jambu (Pink Pigeon), spesies endemik yang rentan. Kemajuan dalam kultur PGC merpati ini membuka jalan baru untuk konservasi, termasuk kemampuan biobanking dan potensi penyelamatan genetik bagi spesies burung terancam lainnya.
5 Tampilan
Sumber-sumber
Notiulti
Sciencepost
Colossal's Breakthrough in Dodo De-Extinction: First Pigeon Germ-Cell Culture
Colossal Advances Dodo De-Extinction with Significant, World's First Breakthrough in Pigeon PGCs and Secures an Additional $120M in Funding for Species Expansion - Business Wire
Company Brings the Dodo One Step Closer to De-Extinction — While Its Dire Wolves Continue to Thrive (Exclusive) - People.com
Ben Lamm - Wikipedia
WGS 2026 - World Government Summit
Company Brings the Dodo One Step Closer to De-Extinction — While Its Dire Wolves Continue to Thrive (Exclusive) - People.com
Colossal Biosciences
BREAKTHROUGH: Bringing the Dodo Back from Extinction - YouTube
Highlights From the 2026 TIME100 Davos Dinner - Time Magazine
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
