Waktu Onset Tidur Spesifik Terkait dengan Penurunan Risiko Depresi pada Dewasa AS

Diedit oleh: Olga Samsonova

Sebuah analisis data kesehatan nasional Amerika Serikat mengidentifikasi korelasi signifikan antara waktu spesifik seseorang memulai tidur dan probabilitas mereka mengalami gejala depresi. Riset ini memanfaatkan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Nutrisi Nasional (NHANES) yang dikumpulkan antara tahun 2015 hingga Maret 2020, dengan tujuan mengidentifikasi pola tidur yang dapat mendukung strategi pencegahan depresi.

Studi tersebut melibatkan 6.991 orang dewasa, dengan usia rata-rata tertimbang 45,6 tahun, di mana 49,5% di antaranya adalah perempuan. Penilaian gejala depresi dilakukan menggunakan kuesioner Patient Health Questionnaire (PHQ-9), sementara waktu onset tidur dikategorikan menjadi lima interval untuk perbandingan: pukul 22:00–23:00, pukul 23:00–00:00, pukul 00:00–01:00, pukul 01:00–20:00, dan pukul 20:00–22:00.

Hasil analisis menunjukkan variasi prevalensi depresi yang mencolok antar kelompok waktu tidur. Kelompok yang memulai tidur antara pukul 22:00 hingga 23:00 mencatat prevalensi depresi terendah, yakni 1,98%. Sebaliknya, kelompok yang tidur antara pukul 01:00 hingga 20:00 menunjukkan prevalensi tertinggi sebesar 5,94%. Setelah penyesuaian untuk durasi tidur dan faktor perancu lainnya melalui analisis regresi logistik multivariat, kelompok tidur pukul 01:00–20:00 memiliki rasio peluang (OR) gejala depresi yang secara signifikan lebih tinggi, yaitu 2,39 (95% CI 1,20–4,74), dibandingkan dengan kelompok referensi.

Temuan ini menekankan bahwa disregulasi ritme sirkadian, yang secara langsung dipengaruhi oleh waktu tidur, merupakan faktor penting dalam regulasi suasana hati. Ritme sirkadian mengatur fungsi biologis esensial seperti produksi hormon melatonin dan kortisol, serta memengaruhi metabolisme. Disregulasi ritme ini, yang sering dipicu oleh gaya hidup modern, dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.

Implikasi dari penelitian ini mendorong pembaruan dalam strategi kesehatan mental preventif. Fokus pencegahan depresi kini perlu memasukkan penilaian waktu onset tidur yang presisi sebagai komponen kunci, melengkapi perhatian yang selama ini diberikan pada durasi tidur total. Konsistensi waktu tidur dan bangun, bahkan pada akhir pekan, dapat menjadi langkah praktis untuk menstabilkan jam biologis internal dan memitigasi risiko depresi secara lebih komprehensif.

12 Tampilan

Sumber-sumber

  • Scienmag: Latest Science and Health News

  • Annals of General Psychiatry

  • ResearchGate

  • PMC - NIH

  • Atlantis Press

  • Frontiers

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.