Struktur Fonetik Kata Mempengaruhi Pengenalan Memori, Studi Ungkapkan
Diedit oleh: gaya ❤️ one
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cognition mengemukakan bahwa struktur fonetik suatu kata memainkan peran penting dalam menentukan daya ingatnya, sebuah temuan yang menawarkan perspektif baru bagi strategi komunikasi pada tahun 2025.
Dalam psikolinguistik, metrik yang dikenal sebagai "surprisal" digunakan untuk mengukur tingkat ketidakdugaan suatu kata atau fonem dalam pola bahasa yang umum. Konsep surprisal ini, yang berakar pada teori informasi, memungkinkan kuantifikasi informasi yang dibawa oleh setiap unit suara dalam ujaran. Para peneliti menerapkan teori informasi untuk menganalisis korpus besar yang terdiri dari 51 juta kata yang diambil dari transkrip film dan televisi Amerika guna menghitung skor surprisal secara presisi.
Hasil analisis menunjukkan korelasi yang kuat: kata-kata dengan tingkat kejelasan visual (vividness) tinggi—yakni kata-kata yang sangat konkret atau spesifik—cenderung memiliki skor surprisal yang tinggi pula. Kombinasi kedua faktor ini secara substansial meningkatkan kemampuan pengenalan memori. Sebagai ilustrasi, kata-kata konkret seperti "anjing" atau "bunga" terbukti secara akustik lebih mengejutkan dibandingkan dengan kata-kata abstrak seperti "rintangan" atau "alur cerita."
Temuan ini secara fundamental menantang pandangan linguistik konvensional yang menyatakan bahwa hubungan antara bentuk kata dan maknanya semata-mata bersifat arbitrer dan konvensional. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa penutur secara tidak sadar menyusun atau mempertahankan bentuk kata yang mengejutkan secara akustik untuk mengarahkan perhatian pendengar dan mengunci konsep-konsep penting lebih efektif dalam memori jangka panjang. Informasi probabilistik, seperti surprisal, adalah petunjuk penting untuk struktur pesan dalam pemrosesan bahasa.
Implikasi temuan ini sangat berharga bagi komunikasi profesional, termasuk periklanan dan pedagogi. Dengan memilih kata-kata yang memiliki skor surprisal tinggi, para profesional dapat memaksimalkan dampak pesan dan retensi informasi oleh audiens. Selain itu, aspek auditori secara umum memegang peranan krusial dalam modulasi kapasitas kognitif manusia. Studi lain menunjukkan bahwa paparan kebisingan dapat memengaruhi sistem saraf pusat, yang berdampak pada fungsi kognitif dan memori, sementara stimulasi pendengaran memengaruhi proses pembelajaran melalui input ke hippocampus.
Penelitian yang melibatkan stimulus audio dan visual menunjukkan bahwa penggunaan lebih dari satu modalitas stimulus secara simultan dapat meningkatkan kapasitas memori kerja dibandingkan dengan stimulus tunggal. Lebih lanjut, penelitian memori jangka pendek menunjukkan bahwa musik karawitan dengan irama lambat dapat meningkatkan kinerja memori jangka pendek, dengan hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p sebesar 0,026. Pemahaman mendalam mengenai bagaimana suara memengaruhi perhatian dan memori membuka peluang rekayasa kognitif untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi.
14 Tampilan
Sumber-sumber
The Independent
Marokko Nieuws
PLAYTECH.ro
Yahoo News
The Independent
ScienceDaily
ResearchGate
Frontiers
MWN
CAF Online
IWGIA
ANEP
Le360.ma
Scribd
Scribd
Wikipedia
ArtKlett
Știrile ProTV
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
